Jumat, 31 Mei 2013

Selamat untuk Anda

Selamat untuk anda wanita...

yang shalat, puasa, taat, lagi patuh...

Selamat untuk anda karena anda wanita yang berhijab, anggun, lagi berkepribadian kokoh

Karena anda wanita berpendidikan, gemar membaca, sadar, lagi mempunyai petunjuk yang benar

Karena anda seorang wanita yang setia, terpercaya, jujur, suka berderma

Karena anda wanita penyabar, selalu berharap rahmatNya, dan senantiasa kembali ke jalanNya

Karena anda wanita yang selalu berdzikir, bersyukur, dan berdoa

Karena anda mengikuti jejak Aisyah, Khadijah dan Maryam

Karena anda wanita yang mendidik calon-calon tokoh terkemuka, dan pahlawan bagi agamaNya

Wanita yang memelihara kehormatan, norma dan etika

Wanita yang selalu membela hal-hal yang disucikan, dan jauh dari hal-hal yang diharamkan..

Sekali lagi, selamat untuk anda...


Wahai jiwa..berbahagialah sekarang, bukan esok hari...:)

Passion in Fashion #My Own Design Dress

Im not a designer, but i love to design my own dress..

walaupun belum bisa jahit secara expert..tapi hoby suka gambar-gambar, suka hias2, dan otak-atik..selalu memunculkan ide buat bikin baju2 sendiri..walaupun masih harus dijahitkan ke orang lain..

tapi suatu saat pengen mengembangkan hoby..pengen kursus jahit lebih serius..

this is it...sedikit dari gambar yg bisa direalisasikan...
fotonya rata2 hasil crop..jarang pernah foto sendiri soalnya..:D



from left to the right...

1. Purple Hanbok..long dress purple, dengan rompi batik, dan head accessories buatan sendiri ( kapan2 deh share tentang my own hand made head accessories..:d)

2. Dark Blue Polkadot..

3. Red Butterfly..Hiasan butterflynya dijahit tangan loh..dari awal sampai akhir...

4. Fresh Blue..

5. Sweet Peach..

6. Black Milky batik..

7. Orange Flowers..accessoriesnya juga bikin sendiri..:)

8. Lovely batik Tosca..lagi2..head accessoriesnya bikin sendiri...loh...

kedepan pengen merealisasikan gambar2 yang lain...semoga terlaksana..

Kamis, 30 Mei 2013

Rekening Rumah Tangga # Keuangan Keluarga

Well..siang2 gini, mau nulis  sesuatu.... another controversial note..

I call this note controversial, because i wrote down and shared something that i never do before..

yups masalah yang berkaitan tentang rumah tangga...padahal diri sendiri belum berumah tangga..:D

hahaha, gimana ya...membicarakan hal-hal yang lebih valueable dan conceptable lebih menyenangkan dan menarik dari pada lebih banyak memikirkan tentang sosok yang akan kita nikahi nanti.. serta lebih asyik daripada menggalau tentang bayangan cinta dan romantisme belaka..

Beginilah, saya memang bukan berkarakter princess atau fairytale...hehehe

i believe that, merriage is Allah's Plan..tidak penting siapa orangnya..yang penting konsep yang kita miliki masing2 saat sudah memutuskan bersama..

okay, back to the main topic that i want wrote down here...

Perlukah rekening bersama untuk membayar keperluan rumah tangga? apa manfaatnya?

Manajemen keuangan keluarga sebaiknya dikelola bersama, bukan hanya oleh istri maupun suami.

Kata Janet Bodnar, deputy editor majalah kiplinger's personal finance. " saat membicarakan keuangan keluarga, dua kepala lebih baik dari pada satu"

menurutnya lagi, satu aturan dasar dalam manajemen keuangan keluarga adalah, adanya rekening istri, rekening suami, rekening bersama dan rekening tabungan/investasi. Mengapa?

dengan adanya rekening terpisah akan lebih mudah untuk melakukan kontrol dan evaluasi keuangan.

Rekening bersama merupakan cara yang mudah dan gampang untuk melakukan pembayaran bersama, seperti belanja bulanan, listrik, telepon,Pam,angsuran rumah, hingga biaya pendidikan anak.

sementara rekening tabungan/ investasi berlandaskan komitmen istri dan suami untuk menyisihkan sekian persen penghasilan untuk tujuan keuangan keluarga yang lain. Dana dalam rekening ini, sebaiknya tidak diutak-atik.

rekening masing-masing berguna untuk mengcover kebutuhan pribadi yang mungkin tidak ada hubungannya dengan pasangan dan keperluan rumah tangga..dana me time bagi para bunda..tanpa harus mengurangi atau membebankannya pada dana rumah tangga atau pasangan.

untuk mengisi rekening bersama tadi, sepakati berapa persen kontribusi masing2 antara suami dan istri..jika Istri juga bekerja dan ada penghasilan. Jika tidak..rekening bersama bersumber utama dari suami..hehehe

jangan lupa diisi dan dievaluasi setiap kali menerima gaji...

semoga bermanfaat..:D

*inspirasi, dari membuka2 dan membaca majalah lama..parenting edisi maret 2011..

Rabu, 29 Mei 2013

Duh....Sih Pengadu..!!!

Berkegiatan dirumah, lebih banyak menghabiskan waktu dengan Amanda (5 thn) dan Habibi (9thn)..ponakan2 lucu yang dari dulu diasuh sama keluarga kami, saat mama dan ayahnya bekerja.

Malamnya belajar bersama bareng krucil-krucil 7 tahun, Kiki, Rama, dan Rozy...

humm, anak-anak... tingkahnya sungguh tidak muda ditebak..lucu, menggemaskan, menjengkelkan, namun tetap menyenangkan. 

jadi ingin menulis tentang anak-anak..hehehe padahal juga belum punya anak..:)
sejak saya sudah tidak mengajar lagi hampir setahun ini..rasanya ada banyak yg hilang..apalagi, banyak ilmu yang saya dapat saat saya mengajar anak-anak dulu...

Pernah dengar anak kecil yang sebentar2 suka mengadu? humm begitu juga ni dengan Amanda

sedikit saja kakaknya melakukan kesalahan si kecil manda siap melontarkan kalimat-kalimat aduannya..

"mbak yi..mas bibi numpain air..!"

" aq bilangin mama loh ya..., pensil q diambil!"

" mbak..mas bibi gak mau tidur siang.."

atau " Bu..mas bibi buang wortelnya ditempat sampah.."

Ups, kok Amanda suka mengadu ya..kadang - kadang mengadukan hal2 yang tidak penting menurut saya..

Gimana cara mengatasi anak yang pengadu ya..?

Menurut pengalaman saya dulu waktu masih mengajar, dan membaca di majalah perenting, anak kerap mengadu karena ingin minta pertolongan kita untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Penyebabnya, anak kurang memiliki ketrampilan sosial dalam menghadapi teman. Misalnya,untuk melakukan negosiasi dll. mengadu digunakan sebagai isyarat untuk meminta bantuan. 

Bagi anak, mengadu sama halnya sperti mencurahkan isi hati. Jika kita selalu menanggapi, jangan heran jika ia akan selalu datang dan kembali dengan pengaduan yang lain. ..jadi bagaimana mengatasinya?

 1. Dengarkan pengaduannya sampai selesai, jadi pendengar yang baik agar anak merasa dihargai.

 2. Pancing dengan pertanyaan lain untuk mendapat potongan cerita yang utuh. Biasanya, semakin jelas pertanyaan pancingan, anak mulai goyah dan cerita sebenarnya terkuak..

 3. Dorong anak untuk menyelesaikan sendiri masalahnya..

Hal ini coba saya terapkan  ke Amanda. Saat di mengadu ," mbak, kakak merebut selimutku" saya ajari dia bicara " bilang ke kakak..maa, kakak ini selimut ku. Kalau kakak mau pinjam bilang dulu"

atau saat dia bilang "Mbak ..mas bibi mainan korek api!" "

yang bisa saya lakukan , menanggapinya dengan " terimakasih karena sudah memberi tahu mbak yuli.., ayo bilang langsung ke mas habibi kalo itu berbahaya"

menurut parenting...dengan tidak menunjukkan sikap selalu membantu dalam setiap masalah. Kita mengajari anak untuk menyelesaikan masalah sendiri..lama-lama dia akan berfikir," ah, aq tak perlu mengadu, karena ternyata aq bisa menyelesaikan masalah sendiri."

semoga bisa diterapkan untuk anak sendiri kelak..dan bunda-bunda yang sudah punya anak serta sudah mengalami hal ini :D





Selasa, 28 Mei 2013

Jihad Dapur, Kapan Memulainya?

" Yulia, mrene nduk..ngerewangi ibu masak..iris bawangnya, siapin bumbunya, nanti ibu dekte.."suara ibu setengah berteriak dari arah dapur.

" Haduh..huffth " saya yang ogah-ogahan, menggerutu tanpa suara..begitu malas menuju dapur..

Masih ingat dulu, sejak kecil bahkan saat saya masih duduk di kelas 4 SD..Ibu selalu menyuruh saya untuk membantunya masak didapur..disuruh iris bawang, ngupas kunyit, motongin sayur, bahkan terkadang hanya disuruh melihat dan menemani saja..

Huffft..!! saya sering protes. tentu saja..waktu bermain koq disuruh bantu masak. Film kartun lagi seru-serunya koq diajarin bikin bumbu tempe goreng.

Saya pernah protes keras kepada Ibu, manyun...dan siap mendemo...saya merasa Ibu mengada-ada..hanya untuk bikin sambal bunga turi aja, ibu tetap memanggil,  minta bantuan saya. Padahal jika dilihat, 10 menit dengan usaha ibu sendiri juga siap tuh makanan..."Ergggh,menyebalkan..!" lagi-lagi gerutu saya dalam hati..

melihat muka saya yang masam..lebih masam dari asam muda sekalipun..Ibu berkomentar.

" Ibu, manggil kamu setiap masak, bukan karena butuh bantuan. Ibu mau ngajarin kamu..biar nanti terbiasa..jadi anak wadon itu malu kalo gak bisa masak..kamu perempuan, anak pertama. setinggi apapun pendidikan tetep harus bisa masak..lah nanti kalo ibu sakit tiba2..sing masakno bapakmu sama adek2mu sopo.."

Ibu terdiam sejenak. lalu melanjutkan bicaranya

" Terus..lah nanti kalo sudah nikah, iya kalo suami mu orang kaya, bisa sewa pembantu buat masakin,,lah kalo enggak? "

Saya menelan ludah. dengan muka yang masih masam. .sebab, saat itu saya tidak benar-benar memikirkan kata-kata Ibu. Bagi saya, tak ubahnya saya hanya sedang diomelin saja..

Kini, 10 tahun lebih dari pembicaraan tersebut..saat saya hampir 23 tahun. Saya baru menyadari bahwa perbuatan dan perkataan ibu tersebut, tidak ada sedikitpun yang salah darinya.

Saat ibu sakit, saya tidak kesulitan masak makanan apapun..bapak dan adek masih tetap terladeni seperti biasanya..

Saat saya harus kuliah jauh dari rumah dan memutuskan nge-kost..saya bisa menghemat banyak uang, karena saya terbiasa masak makanan sendiri..

Dan kini, saat usia saya menuju siap membangun rumah tangga...saya tidak merasa risau dengan kegiatan yang ditakuti hampir oleh sebagian kawan-kawan saya tersebut. Bahkan banyak juga sebagian dari mereka yang mencari dalil-dalil bahwa memasak bukan segalanya dalam rumah tangga. saya membenarkan, namun mungkin sedikit tidak mensepakati..hehehe


Jihad dapur, tidak hanya dimulai saat kita sudah akan atau telah menikah saja..memasak bukan hanya urusan suami dan anak-anak kita sendiri. Namun juga orang tua dan saudara-saudara kita.
Jihad dapur bisa dimulai sedini mungkin. Terutama bagi perempuan.
Sebab..perempuan patut berbenah, sudah banyak pekerjaan kita yang dijalankan oleh laki-laki.
Juru masak laki-laki...
Pengajar laki-laki..
Designer laki-laki..
Make up dan ahli kecantikan laki-laki....lalu apalagi?  :)

Jihad dapur memiliki makna lebih dalam dari hanya sekedar urusan perut..
ada bakti, kasih sayang dan kesadaran sebagai seorang perempuan..

kapan memulainya? sekarang..sedini mungkin, selagi kita bisa...tidak peduli kita masih lama menikah, akan menikah, atau sudah menikah..

tidakkah cukup aneh rasanya, jika nanti anak-anak kita berujar..

" Huumm, lebih enak masakan ayah dari pada masakan bunda!" atau

" Enakan masakan bibi (PRT) ah..daripada masakan mama!"

Nah loh ..!









Sabtu, 25 Mei 2013

Me time, Saatnya merawat diri..

Alhamdulillah..its weekend..
yuhuu, saatnya melakukan perawatan diri..
gak perlu mahal, cukup konsisten...:)

Perempuan dilahirkan indah, dan sudah selayaknya mensyukuri keindahan yang sudah dikaruniakan dengan menjaganya sebaik-baiknya..

walaupun belum menikah, saya termasuk perempuan penyuka perawatan..
sudah jadi kebiasaan, dan harus selalu jadi kebiasaan..:D

suka perawatan, bukan berarti saya harus pergi ke salon setiap minggu..
jujur saja, saya gak suka kesalon..selain tidak hemat biaya..juga kurang nyaman kalau bukan salon muslimah..

menurut saya, setiap perempuan, muslimah khususnya..harus pandai merawat diri..
bersih, rapi, dan tidak bau..mutlak perlu..(jadi ingat bukunya mbak Asma Nadia "jangan jadi muslimah nyebelin)..

sudah banyak produk2 perawatan tubuh yang dijual dipasaran..
dan perawatan diri, bisa kita lakukan sendiri dirumah, lebih simpel dan flexibel..

sebagai perempuan, kebiasaan merawat diri sangat membantu saat kita sudah menikah nanti..
jadi..gak harus nunggu nikah dulu kan buat perawatan..: D

yang penting, sehat, bersih, dan tidak bau..
bugar dan segar..
tidak harus berlebihan perawatan mahal seperti artis2..
cukup tidak dekil, dan membuat diri kita nyaman untuk diri sendiri dan orang-orang disekitar kita..

yuk..perawatan..
siapkan, lulur, minyak zaitun, body butter dan lotion..untuk tubuh..
untuk daerah2 "tertentu" yang juga butuh perhatian khusus..juga sudah ada banyak loh yang dijual dipasar..hehehe

melakukan totok wajah sendiri dirumah juga bisa, siapkan handuk basah,face tonic, milk cleanser, minyak zaitun, peeling, masker, dan facial foam, ..

hindari deh pake pemutih2 yang gak jelas, kulit wanita indonesia sudah eksotis dan cantik..gak perlu diputih2in lagi..yang penting sehat dan gak jerawatan..

semakin itu menjadi kebiasaan baik sejak dini, semakin mudah dilakukan dikemudian hari..
kalo sekarang bisa menyenangkan diri sendiri...kalo sudah menikah sekaligus menyenangkan suami kan..: D

perawatan bisa jadi tanda bahwa kita menghargai diri kita sendiri..
cukup luangkan waktu..disela-sela kesibukan..:D

selamat memanjakan diri..: D



Kamis, 23 Mei 2013

Rasa takut, berserah padaNYa..

Akhir-akhir ini, saat Allah menguji dengan banyak ketidakpastian..hanya butuh sabar, sebentar saja..
saat dada dipenuhi rasa takut dan kegelisaan..ketahuilah..

rasa takut membuat kita lebih waspada. rasa takut memberi energi ekstra..
rasa takut membuat mampu mengatasi tantangan tersulit..tidak ada yang mampu mendorong sumber daya dalam diri selain rasa takut..
rasa takut mendorong kita maju, bukan menahan kita..
biarkan rasa takut mengajarkan kita.
biarkan rasa takut mempersiapkan kita..
tapi jangan biarkan rasa takut menghentikan kita..

saat rasa takut menahan kita, coba perhatikan baik-baik apa yang menyebabkan rasa takut, dan kita akan menemukan alasan untuk bergerak maju..
takut mulai bertindak adalah kegagalan paling abadi..
bila sudah mencoba dan ternyata gagal, kita memperoleh sesuatu yang bisa dipelajari dan dicoba kembali..
dan tidak pernah gagal bila kita terus berusaha...


ditengah kegelisahan menanti ketetapannya akan masa depan..

sungguh, demi Zat yang takdir ku berada dalam genggamanNya..
aku berserah, benar-benar berpasrah