Tampilkan postingan dengan label Spiritual life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spiritual life. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Agustus 2013

Sa'id Bin Zubair, Darinya Kami Belajar Menghadapi Kedzaliman

Dahulu, kedzaliman penguasa juga pernah terjadi..
dalam masa khalifah Abdul Malik Bin Marwan, hidup seorang Gubernur lalim Hajjaj Bin Yusuf ats-Tsaqafi..sewenang-wenang dan melakukan pembunuhan terhadap 120.000 jiwa.

Said Bin Zubair, salah seorang paling alim dikalangan tabi'in tertangkap...Ia dibawa menghadap kepada Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi.

Perhatikan  dialognya yang cerdas dengan Hajjaj, keteguhan dan ketenangannya menghadapi orang yang berbuat dzalim ....dan akhirnya Ia ditakdirkan sebagai penutup atas kedzaliman yang dilakukan oleh Al- Hajjaj.


Hajjaj bertanya kepadanya, “Siapa namamu?”


Ia menjawab, “Sa’id bin Jubair.”
Hajjaj berkata, “Bukan, kamu adalah Syaqi bin Kusair.”
Ia menanggapi, “Ibuku lebih mengetahui namaku daripada dirimu.”
Hajjaj menambahkan, “Celaka ibumu dan juga kamu.”
Ia menjawab, “Yang mengetahui hal ghaib bukanlah kamu.”
Hajjaj berkata, “Sungguh, aku akan mengganti duniamu dengan api yang menyala-nyala.”
Ia berkata, “Seandainya aku mengetahui hal tersebut, pastilah saya menjadikanmu sebagai Tuhan.”
Hajjaj berkata, “Apa pendapatmu mengenai Muhammad?”
Ia menjawab, “Beliau adalah Nabi yang membawa kasih sayang dan pemimpin orang yang mendapat petunjuk.”
Hajjaj melanjutkan, “Apa pendapatmu mengenai Ali? Apakah ia di surga atau di neraka?”
Ia menjawab, “Jika engkau telah masuk ke dalam neraka dan kamu mengetahui siapa yang berada di dalamnya, pastilah engkau mengetahui penduduk neraka.” 
Hajjaj bertanya lagi, “Apa pendapatmu mengenai para khalifah?”
Ia menjawab, “Saya bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.” 
Hajjaj melanjutkan, “Siapakah di antara mereka yang paling engkau sukai?”
Ia menjawab, “Orang yang paling diridhai oleh Sang Penciptaku.”
Hajjaj bertanya, “Siapa orang yang paling diridhai oleh Sang Pencipta?”
Ia menjawab, “Pengetahuan mengenai hal ini ada di sisi Dzat yang mengetahui rahasia dan bisikkan mereka.”
Hajjaj  berkata, “Saya ingin engkau jujur kepadaku.”
Ia menjawab, “Jika saya tidak menjawab pertanyaanmu, berarti saya tidak berdusta kepadamu.’
Hajjaj berkata, “Mengapa engkau tidak tertawa?”
Ia menjawab, “Bagaimana bisa tertawa seorang makhluk yang diciptakan dari tanah sedangkan tanah dapat dilalap api.”
Hajjaj berkata, “Bagaimana dengan kami yang bisa tertawa?”
Ia menjawab, “Karena hati manusia tidaklah sama.”
Hajjaj hendak membujuk Sa’id dengan keindahan dan permainan dunia. Lantas ia memerintahkan agar didatangkan mutiara, zamrud, dan permata. Semua benda tersebut dikumpulkan di hadapannya.
Sa’id berkata kepada Hajjaj,. Tidak ada kebaikan sedikit pun dalam sesuatu yang dikumpulkan hanya untuk dunia kecuali harta yang baik dan dizakati.”
Lantas Hajjaj menyuruh agar diambilkan alat musik gambus dan seruling. Ketika kecapi itu dimainkan dan seruling ditiup, Sa’id menangis, lalu Hajjaj bertanya, “Apa yang membuatmu menangis? Apakah permainan musik ini?”
Sa’id menjawab, “Yang membuatku menangis ialah kesedihan. Tiupan tersebut mengingatkanku akan hari agung, yaitu hari sangkakala ditiup. Sedangkan kecapi tersebut berasal dari pohon yang ditebang tanpa hak, tali senarnya berasal dari kulit kambing yang akan dibangkitkan bersamanya pada Hari Kiamat.”
Lantas Hajjaj berkata, “Celakalah engkau Sa’id!”
Sa’id menimpali, “Tidak ada celaka bagi orang yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.’
Lalu Hajjaj berkata, “Pilihlah Sa’id, dengan cara yang mana aku akan membunuhmu!"
Ia menjawab, “Terserah kamu sendiri, hai Hajjaj! Demi Allah, Engkau tidak akan membunuhku melainkan Allah Subhanahu wa Ta’ala pasti akan membunuhmu dengan cara yang sama.”
Hajjaj berkata, “Apakah kamu ingin saya ampuni?”
Ia menjawab, “Sesungguhnya ampunan ialah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sedangkan kamu tidak mempunyai hak membebaskan dan memberi ampunan.”
Hajjaj berkata kepada tentaranya, “Bawalah ia pergi, lalu bunuhlah dia.” Ketika Sa’id dibawa keluar, ia tertawa. Lantas Hajjaj diberitahu mengenai hal ini, lalu Sa’id dibawa kembali lagi.
Hajjaj bertanya, “Apa yang membuatmu tertawa?”
Ia menjawab, “Saya takjub pada kelancanganmu terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kesabaran-Nya terhadapmu.”
Hajjaj berkata, “Bunuhlah dia!” Hajjaj marah...dan wajah Said dihadapkan ke arah kiblat..
Lalu Sa’id mengucapkan:
Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik.” (QS. Al-An’am: 79)
Hajjaj berkata, “Hadapkanlah wajahnya ke selain arah kiblat.”

Lalu Sa’id berkata : " kemanapun kamu menghadapkan wajahmu, di sanalah wajah Allah berada"

Al Hajjaj berkata : " sungkurkan wajahnya ke tanah."
Said mengucapkan:
Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.” (QS. Thaahaa: 55)
Hajjaj berkata, “Sembelih dia!” sungguh tidak ada yang lebih kuat hafalan Alqurannya, selain dia."
sebelum dibunuh Said berkata:
“Sesungguhnya aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang benar selain Allah Yang Esa. Tiada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Ambillah dariku sampai engkau bertemu denganku pada hari Kimat.”
Kemudian Sa’id berdoa, “Ya Allah! Janganlah engkau memberinya kesempatan untuk membunuh seorang pun setelah aku.”
Sa’id dibunuh pada bulan Sya’ban tahun 96 H. Setelah itu Hajjaj meninggal dunia pada bulan Ramadhan pada tahun itu juga. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memberinya kesempatan untuk membunuh seorang pun setelah Sa’id hingga ia meninggal dunia.
Pada saat Sa’id disembelih, ternyata darahnya mengalir sangat banyak. Lantas Hajjaj memanggil para dokter. Ia menanyakan kepada mereka mengenai Sa’id dan orang-orang yang telah ia bunuh sebelumnya. Sesungguhnya orang-orang yang dibunuh sebelum Sa’id, darahnya yang mengalir hanya sedikit. Lantas para dokter menjawab, “Ketika Sa’id dibunuh, nafasnya masih bersamanya. Darah itu mengikuti nafas. Sedangkan selain Sa’id, ternyata nafasnya telah hilang lantaran ketakutan. Oleh karena itulah darah yang mengalir hanya sedikit.”
Ketika Hasan al-Basri mengetahui bahwa Hajjaj telah membunuh Sa’id bin Jubair dengan cara disembelih, maka ia berdoa, “Ya Allah! Binasakanlah orang fasik yang keterlaluan itu. Demi Allah, seandainya semua yang ada di antara langit dan bumi bekerja sama untuk membunuh Sa’id. Pastilah Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menceburkan mereka semua ke dalam neraka.”
Menjelang kematiannya, Hajjaj pingsan kemudian sadar kembali, ..Ia bermimpi melihat  Sa’id sedang memegang ujung pakaiannya, mencekiknya dan berkata kepadanya, “Hai musuh Allah! Dalam rangka apa kamu membunuhku?” Lantas ia pun terbangun dalam keadaan ketakutan dan berujar .. “Apa yang terjadi pada diriku dan Sa’id bin Jubair?” 
lalu ditanyakan kepadanya, “Apa yang diperbuat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadapmu saat kau sudah meninggal?” Ia menjawab, “Dia membunuhku satu kali  untuk setiap orang-orang yang kubunuh. Namun Dia membunuhku sebanyak 70 kali atas membunuh Sa’id bin Jubair.”
Sa’id bin Jubair merupakan salah seorang yang paling hafal Alquran al-Karim dan sangat mengetahui tafsir sebagaimana ia juga orang yang paling mengetahui hadis, halal, dan haram. Wafa’ bin Iyas berkata, “Pernah suatu hari Sa’id berkata kepadaku pada bulan Ramadhan, ‘Pertahankanlah untuk terus membaca Alquran.’ Makanya, beliau tidak beranjak dari tempatnya sebelum mengkhatamkan Alquran. Sa’id berkata mengenai dirinya sendiri, “Saya membaca Alquran secara keseluruhan di dalam dua rekaat shalat sunah di Baitullah yang mulia.”
Kita banyak belajar atas keteguhan dan ketenangannya menghadapi kekuasaan yang dzalim..Semoga Allah merahmatinya dan memberinya pahala.
Percayalah kedzaliman akan menemuhi ajalnya sendiri dalam ketakutan dan kegelisahan..sedang para Syuhada akan berkumpul bersama yang mereka cintai di syurga..

Apa yang kita kerjakan, Allah tahu..

Apapun yang kalian kerjakan berupa kebaikan; niscaya Allah mengetahuinya.. {QS2:197}

"Apapun yang kalian kerjakan berupa kebaikan; Allah mengetahuinya"; melihatnya, mencatatnya, memujinya, melipatkan, & membalasnya; sempurna.

"Apapun yang kalian kerjakan berupa kebaikan; Allah mengetahuinya"; meski tersembunyi, walau rahasia; meski tak diakui, walau dirasa tiada.


"Apapun yang kalian kerjakan berupa kebaikan; Allah mengetahuinya"; kecil ataupun besar; sedikit maupun banyak; sesekali, jugapun berulang.

"Apapun yang kalian kerjakan berupa kebaikan; Allah mengetahuinya"; siang ataupun malam, pagi maupun petang, dalam terik, dingin, & hujan.

Apapun yang kalian kerjakan berupa kebaikan; Allah mengetahuinya"; dengan itu Dia kurniakan mudah bagi yang sulit, lapang bagi yang sempit.

Apapun yang kalian kerjakan berupa kebaikan; Allah mengetahuinya"; menggugur dosa, menutup aib, menaikkan derajat, memudahkan jalan surga.

"Apapun yang kalian kerjakan berupa kebaikan; Allah mengetahuinya"; pujian, terima kasih, & balasan yang di langit cukuplah jadi pembahagia.

"Apapun yang kalian kerjakan berupa kebaikan; Allah mengetahuinya"; raihlah lezatnya ikhlas; merahasiakan 'amal seakan menyembunyikan dosa.

"Apapun yang kalian kerjakan berupa kebaikan; Allah mengetahuinya"; jaminan dariNya, agar kita terus berkeshalihan walau dunia menutup mata.



-Ustad Salim A Fillah-

Jumat, 09 Agustus 2013

Bulan Syawal Bulan cinta

Ramadhan sudah benar-benar undur diri..
tidak terasa suasana idul fitri juga beranjak berlalu...
memasuki bulan syawal, masih dengan semangat ramadhan dan kedamaian idul fitri..bulan syawal membawa keberkahannya sendiri dengan puasa sunnahnya dan apalagi jika bukan aroma cintanya..

Barakaallahulaka wa jama'a bainahuma fii khair..
bulan syawal bulan cinta, saat banyak umat-umat Rasulullah Muhammad SAW mengamalkan sunnahnya...
selayaknya rizki dan kematian begitu pula jodoh, jika takdir terkandung didalamnya maka suatu kepastian jika tak akan bergeser waktunya, dan tidak akan tertukar orangnya...

Bulan syawal bulan cinta
terselip doa untuk teman-teman yang berhasil menuju pintu gerbang sunnah dan kewajiban-kewajiban yang lain..semoga Allah selalu menghadirkan sakinah, melimpahkan barakah...
menjadikan pernikahan sebagai hubungan yang dewasa, penuh rencana, dan manfaat bagi sekitarnya..
tidak hanya menyebarkan kemesraan semata tapi ilmu dan aksi untuk membuat hidup lebih bermakna...

Bulan syawal bulan cinta..
terselip doa untuk teman-teman yang sabar mengantri (tunjuk hidung sendiri :p ) pernikahan bukan perlombaan, tidak akan berubah ketetapan dengan kegalauan tanpa pergerakan, bukan yang berhasil duluan itu yang menang, maka bagi yang sudah di berikan rizki lebih awal, kesombongan berbeda dengan kesyukuran, lebih baik banyak bersyukur daripada banyak mengolok dan menyindir yang belum..jika bukan karena Rahmat Allah, sungguh tidak ada nikmat sedikit pun yang akan kita rasakan...
dan bagi yang belum, keep calm and woles...:p Marrige is Allah's Plan..Allah maha mengetahui segala sesuatu..

apa itu cinta? Allah adalah cinta


Senin, 05 Agustus 2013

Ramadhan Sudah Berkemas

Ramadhan sudah berkemas ya...siap beranjak pergi, tanyakan pada hati? lebih bahagia mana saat dia datang atau pergi? lebih mempersiapkan diri yang mana, kedatangannya atau kepergiaannya?

10 hari terakhir menjelang kepergiaannya, banyak masjid-masjid baru bermunculan, lebih megah dan besar, lebih terang dan lebih ramai. Masjid baru? iya..masjid baru..coba tengok Royal Plaza Surabaya, Plaza Surabaya, Tunjungan Plaza Surabaya, Cito Plaza Surabaya, dan teman-temannya semua pintu masuknya dihias persis seperti masjid. lebih indah lagi...makanya tidak heran kalau banyak yang nyasar, itikaf menyambut malam Lailatul Qadar ditemani sale 50%+30%..sedang coba perhatikan "masjid-masjid" yang lain, bagaimana dengan jamaah shalat tarawihnya? ..jadi lebih bahagia mana kita?

Dulu waktu Ramadhan datang, kita gak segitunya deh, gak mikiran baju terbaik tuh buat ibadah, gak mikiran makanan terbaik tuh buat berbagi, gak sampe menyediakan budget khusus tuh buat beramal, gak mikirin bersihin dan menghias rumah tuh, bahkan mikirin amalan terbaik pun...sempatkah? jadi lebih bahagia mana saat dia pergi atau saat dia datang?

Dimana-mana banyak berita bertajuk, HEBOH PERSIAPAN IDUL FITRI...ahh..berita gitu mah udah biasa, tahun-tahun lalu juga gitu...kalo HEBOH PERSIAPAN RAMADHAN ? paling cuma heboh buka puasa bersama, itupun lebih banyak mana? reuniannya atau ibadahnya?

Ya Ramadhan, maafkan kami...
kau dihadirkanNya sebagai bulan mulia untuk memuliakan kami..
tapi nyatanya..kami tidak menyambutmu dengan selayaknya..
bahkan hingga sampai penghujung waktu kepergiaanmu pun, kami mengantar mu dengan ibadah seadanya..
kerinduan kami padamu palsu, kesedihan kami atas kepergiaanmu pun begitu..
sebab, saat kau datang kembali tahun depan..kami tetap saja sama, tanpa persiapan menyambutmu, tidak optimal menjamumu, dan seadanya mengantar kepergiaanmu..
sedang pasca kepergianmu pun, keistiqomahan kami menjaga kebaikan sering kali cacat..
Ya Ramadhan, Maafkan kami...
Jika selama satu bulan ini engkau hadir,kami banyak mengecewakanmu..
ijinkan kami, dengan segala kesalahan kami ditahun ini..
mengharap keridhoanmu untuk membersamai kami lagi ditahun depan..



Ramadhan sudah berkemas, 2 hari lagi menjelang kepergiannya..





Selasa, 16 Juli 2013

Mengenal Allah Yuk ! #1

Sudah kenal Allah? benaran sudah? Allah itu punya Nama dan Sifat yang keren-keren loh ternyata..

"Allah memiliki Asma'ul Husna, nama-nama terbaik, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asma'ul Husna itu....."(Qs Al A'raf, 7 : 180)

Sifat-sifat Allah ini tidak sama dengan sifat-sifat manusia. Nama dan sifat yang dimiliki Allah merupakan kebesaran dan kekuasaan -Nya. Nabi saw, bersabda sebagai berikut.

"Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, 100 kurang satu; siapa yang mengisha-nya, dia masuk syurga." (HR Bukhari dan Muslim)

99, wow..banyak bener ya?udah berapa yang kita hafal dan ketahui ?

Selama ini kita mengenal Asmaul Husna berdasarkan hadist riwayat Imam Turmudzi dalam buku Aqidah Islam karya Syaikh Sayyid Sabiq rahimahullah, atau yang tertera pada cover Al Quran. Tapi sebenarnya nama dan sifat Allah lebih dari 99 nama. Adapun yang disebutkan dalam hadist riwayat Imam Bukhari " sesungguhnya Allah memiliki 99 asma...."tidak berarti membatasi jumlah asma dan sifat Allah hanya 99 saja.

Rasulullah juga pernah bersabda dalam hadist sahih Imam Ahmad,
" aku memohon kepada Mu dengan seluruh asma Mu,yang telah engkau namakan untuk diri Mu, engkau turunkan dalam kitab Mu, engkau ajarkan kepada seseorang diantara makhluk Mu, atau masih dalam rahasia ghaib pada Mu yang hanya engkau sendiri yang mengetahuinya...

Nama dan sifat yang tercantum dalam Asmaul Husna datang dari Allah SWT loh.. Allah semata yang memberi informasi kepada kita bahwa Dia memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang Indah. Jadi Bukan karangan manusia, baik ulama, kyai, maupun nabi Muhammad Saw...Subhanallah

Allah Swt berfirman " Allah memiliki Asmaul Husna, nama-nama terbaik, maka meomohonlah kepadaNya dengan menyebut nama Asmaul Husna itu. Tinggalkanlah Orang-orang yang menyalah artikan nama-namanya, mereka kelak akan mendapatkan balasan  terhadap apa yang telah dikerjakan" ( Al A'raf  7:180)

Para Ulama menjelaskan, ketika mempelajari Asmaul Husna, kita akan bertemu dengan nama dan sifat Allah yang dapat berdiri sendiri, misalnya Al Qodir, As Sami', Ar Rahim..dan lain-lain.

tapi ada juga nama dan sifat Allah yang tidak disebutkan sendirian, tapi harus disertai juga dengan lawannya atau pasangannya. sewaktu berdzikir dan berdoa, pasangan nama dan sifat harus disebutkan seluruhnya, tidak boleh dipisah-pisahkan. wiihh keren ya...;)

Diantara nama dan sifat Allah yang harus disebutkan dengan pasangannya adalah..

  1. Al Mugni ( yang maha mencukupi) diikuti dengan Al Mani' (yang maha mencegah)\
  2. Al Mu'izz (yang maha terhormat) dikuti dengan Al Muzzil (yang maha menghinakan)
  3. Al Muntaqim (yang maha penyiksa) dikuti dengan Al 'Afuww (yang maha memaafkan)
  4. Al Muhyi (yang menghidupkan) diikuti dengan Al Mumit (yang maha mematikan) 
  5. Al Khafid (yang merendahkan) diikuti dengan Ar Rafi' (yang maha meninggikan)
  6. Al Qabid (yang menahan) diikuti dengan Al Basith (yang melapangkan)
Subhanallah..sungguh Allah masih memiliki asma-asma yang lain, yang perlu kita ketahui agar kita semakin mengimani dan mencintai Nya..semoga di Ramadhan kali ini, semakin bertambah kecintaan kita pada kebaikan..lain waktu semoga ada kesempatan untuk belajar,bahas dan kupas, asma yang lain..

semoga bermanfaat :)


-Aku, Dia, dan Ramadhan- 

Minggu, 14 Juli 2013

Angkoters, Allah's way to teach me..

Pedestrian dan Angkoters..Yes..im..:D

Sejak kecelakaan motor waktu SMP, sudah jarang bawa motor lagi..sejak sekarang jadi kagok bawa motor. kemana-mana kalo gak dianter, nebeng, paling sering ya naik angkot...kalo deket malah jalan kaki :)

pernah ada adek binaan yang tanya, " mbak kemana2 naik angkot?setiap ngisi rutinan gini juga naik angkot? gak capek mbak? berat di ongkos kan? belum tentu aman juga, kotor lagi lebih nyaman pakai kendaraan sendiri" wajahnya terlihat serius.

saya tersenyum, sambil mengangguk dan bergumam, " hu'um".

memang ya, ditengah konsep hidup seperti sekarang ini, semua serba cepat..pertumbuhan ekonomi cepat, distribusi informasi cepat, apalagi teknologi...mendorong manusia yang hidup di dalamnya juga serba cepat..makan cepat, marah cepat, cari duit cepat, mobilitas cepat, semuanya serba cepat...termasuk dalam menilai sesuatu. cepat menilai tapi belum tentu tepat menilai...

sesuatu hal yang negatif akan lebih mudah ditangkap mata, namun suatu hal yang positif membutuhkan waktu lebih lama untuk dipahami dan dimengerti sebagai suatu hal yang baik..bahkan terkadang, suatu hal yang baik pun bisa jadi sangat dinilai negatif...

masih terkait angkutan umum, saya rasa tidak hanya adek binaan saya saja yang berpikiran tersebut, banyak beberapa teman saya yang memperlihatkan wajah serius setiap tahu bahwa saya "angkoters sejati"..hehe. itu artinya mereka dan mungkin banyak orang di luar sana berfikir hal yang sama.

saya sendiri, tidak mengingkari..bahkan lebih banyak menyetujui...namun,di samping stigma buruk terhadap angkutan umum di Indonesia,  ada banyak hal-hal bernilai yang didapatkan saat kita naik angkot..

Allah akan memberikan pelajaran kepada hambanya dari apapun yang Dia kehendaki..

mari berfikir lebih dalam...

  • Dengan naik angkot, kita sudah ditakdirkan Allah menjadi perantara rejeki dari Nya untuk bapak supir dan kernet angkot. Kita juga bisa belajar dari kesabaran beliau, menyusuri trayek jalan yang sama dan dilewati berkali-kali, setiap hari. terdengar sangat membosankan bukan..belum lagi matanya harus jeli melihat penumpang, saat terik tetap harus bersabar menunggu penumpang, bahkan saat hujan sekalipun, belum lagi harus berteriak-teriak memanggil penumpang. Tidak kah kita lebih bersyukur..dan lebih berfikir..siapakah yang menggerakkan kaki kita, hingga ditakdirkan untuk naik angkot yang ini atau yang itu. Sungguh Allah maha pemberi rejeki, tidak ada satu daun pun yang jatuh di muka bumi ini tanpa kehendaknya...Ya Razaq..yang maha pemberi rejeki.
  • Bukankah naik kendaraan umum jauh lebih tidak aman, dibanding dengan kendaraan sendiri? Waallahualam, kemanapun kita, apa yang akan menimpah kita pasti tidak akan luput dari kita. Justru, terkadang gaya naik angkot yang ugal-ugalan, dan bayangan ketidakamanan, mendorong kita untuk senantiasa berdzikir kepadanya, memohon perlindungan dan keselamatan, :) dalam kondisi seperti ini, kita jadi lebih sadar..bahwa Dialah Al Mu'min..(al aman) yang maha memberi keamanan..
  • Naik angkot, membuat kita menjadi manusia yang lebih menghargai dan mencintai sesama..saat ada penumpang lain yang datang, dengan ikhlas kita bergeser untuk memberinya tempat, memberi senyum, bahkan mengajak berbincang. Sering saya lihat ada bapak-bapak yang tadinya merokok harus mematikan rokoknya untuk menghormati penumpang yang lain. Bahkan saat ada yang membawa makanan, terkadang pasti menawarkan ke penumpang di sebelahnya. Jika kita mampu memahami, naik angkot ibarat kita hidup di dunia, saat kita sadar bahwa kita hanya menumpang sebentar, dan angkot (dunia) ini bukan milik kita, maka kita akan terhindar dari sikap egois, mau bergeser dan berbagi dengan penghuni dunia yang lain..kita sadar bahwa naik angkot itu sebentar, akan tiba waktunya kita akan sampai ditempat tujuan dan turun dari angkot. Begitupun didunia, hanya sebentar, saat tiba masanya,,kita akan meninggalkannya, dan kembali padaNya.
  • Di dalam angkot kita akan bertemu banyak orang, dengan sifat, sikap, dan fisik yang berbeda-beda. Segerombolan ABG sekolah dengan keceriaan dan dandanannya yang aneh2 :). Bapak dengan anaknya, Istri dan suaminya, orang sakit, pencari kerja, anak-anak, kakek dan nenek rentah, transgender, orang-orang difabel, mas-mas roker yang begitu bangga dengan tatoo dan rambut gondrongnya dan lain sebagainya...saat kita berfikir, sungguh setiap dari mereka punya cerita dan kondisi yang membuat kita bersyukur, lebih mengetahui kondisi sekitar, ada banyak yang lebih tidak beruntung, secara materi, pendidikan, bahkan hidayah dan kebaikan.. subhanallah, maha besar Allah yang menciptakan manusia dengan berbagai bentuk dan kondisi..termasuk menciptakan kita. Sungguh ada rahasia besar dari Nya..menciptakan manusia dengan berbagai pola dan warna serta takdirnya masing-masing. Namun bagaimanapun mereka, Allah akan melihat yang paling bertakwa..


one day, dalam angkot menuju kota tercinta, Allah memberi ku pelajaran lagi..
bersama mereka..seorang laki-laki skizofrenia, yang bercerita banyak tentang  istri khayalannya
dan sepasang suami istri, suaminya buta, dan sang istri yang bisu dan tuli begitu setia menuntunnya
tanpa henti mereka mengucapkan terimakasih saat ku berikan roti dan kubayari ongkos angkotnya..

ya Allah, nikmat Mu mana lagi yang bisa aq dustakan...



- menuju malam ke tujuh Ramadhan -

Senin, 24 Juni 2013

Allah, Hanya Engkau yang membuat ku sanggup...

Merencanakan masa depan adalah merencanakan ketidakpastian, namun lebih baik memiliki arah dan tujuan daripada memilih mengalir seperti air..karena air tidak akan mengalir jika bukan dari tempat yang tinggi menuju tempat yang rendah..

Bukankah dia Muhammad, sang manusia agung dalam tuturnya bersabda...

Jagalah Allah,Niscaya engkau akan senantiasa mendapatiNya dihadapanmu, kenalilah Allah diwaktu lapang niscaya Dia akan mengenalimu disaat kesulitan, ketahuilah bahwa apa yang luput darimu tidak akan menimpamu, dan apa yang akan menimpamu tidak akan luput darimu. Ketahuilah bahwa kemenangan itu selalu mengiringi kesabaran, jalan keluar selalu mengiringi cobaan, dan kemudahan mengiringi kesulitan...

maka benar, hanya Engkau yang membuat ku sanggup..
sanggup melangkah walau susah..
sanggup bersabar walau gusar..
sanggup percaya walau ragu sering meronta..
sanggup berjuang walau keputus-asaan membayang..

Allah, hanya Engkau yang membuat ku sanggup..apapun nanti, bagaimanapun nanti, seperti apapun nanti, dengan siapapun nanti, dimanapun nanti..ijinkan kami senantiasa menjagaMu, dalam penjagaanMu..

tidak ada yang lebih berhak dari hidup kami selain DiriMU..apatah lagi masa depan kami..

kami tahu, pena telah diangkat dan catatan-catatan itu telah mengering..


Bright Future Ahead with Allah




- Sya'ban     
Menjemput Ramdhan

Rabu, 05 Juni 2013

Kepompong Ramadhan

Count Down, 34 hari menuju Ramadhan ditahun 2013...

Belajar dari daur hidup kupu-kupu..
yang dilahirkan sebagai telur, mengikatkan diri secara kuat pada daun, hingga lahir sebagai larva, makhluk kecil menggelikan yang sangat rakus,..yang mengerogoti setiap daun yang dilihatnya, bahkan menghabiskan daun yang dulu melindunginya dan dijadikannya tempat bersandar saat masih berwujud telur..makhluk kecil yang dianggap menjijikan, memperbesarkan diri dengan memenuhi dirinya dengan hawa nafsu..

Hingga makhluk menyebalkan tersebut berubah... Larva (ulat) lalu akan mengeluarkan hormon-hormon tertentu, yang berarti tiba saatnya untuk ulat melanjutkan hidupnya ke tahapan berikutnya, yaitu berubah menjadi kepompong..

Kepompong sepenuhnya dibuat dari benang sutra. Di dalam pupa atau kepompong ini, ulat akan memulai proses yang menakjubkan untuk berubah menjadi kupu-kupu dewasa. 

Pada tahap ini, ulat mulai melepaskan enzim yang akan mencerna hampir semua bagian tubuhnya sendiri. Sehingga, yang tersisa di dalam kepompong hanya berupa semacam cairan yang sangat kaya akan nutrisi yang berguna untuk perkembangan menjadi kupu-kupu. Pada tahap kehidupan ini, kupu-kupu masih memiliki setidaknya beberapa dari ingatan yang mereka miliki ketika mereka masih berwujud ulat..

Puasa Ramadhan adalah proses menahan semua hawa nafsu yang biasa dilakukan di bulan-bulan sebelumnya selain dibulan Ramadhan. Individu muslim, setelah melalui puasa Ramadhan diharapkan meraih kesempurnaan diri yaitu " takwa" ( Al Baqarah 183)

Ramadhan sebagai momentum seseorang berevolusi menuju diri yang lebih baik, sebab Ramadhan mengandung manfaat secara menyeluruh. Baik manfaat fisik melalui puasa..banyak ahli kesehatan yang menyarankan puasa sebagi bentuk terapi kesehatan. 

Manfaat psikis melalui proses menahan diri. Proses menahan diri membentuk pendidikan mental melalui proses bersabar, menahan amarah, empati, disiplin dan lain sebagainya..

Serta manfaat spiritual. Ramadhan memberikan kesempatan pada pengimannya untuk lebih bertakwa, melalui penghambaan dan ibadah - ibadah yang dijanjikan pahala lebih besar dari bulan-bulan biasanya..

Jika puasa dibulan Ramadhan diibaratkan proses ulat menjadi kepompong dalam metamorfosis kupu-kupu..maka dari sosok manusia penuh dosa serta hawa nafsu kita berusaha untuk berinstropeksi dan memanfaatkan momentum menjadi manusia yang lebih baik melalui Ramadhan..dengan berserah dan berpasrah atas segala hawa nafsu saat kita masih hidup ibarat ulat...hingga, saat waktunya tiba..kita terlahir kembali dengan kondisi lebih baik, penuh dengan keindahan dan kemenangan...



Didalam kamar, dibawah rintik hujan dan kesyahduan..
bahwa bulan penuh rahmat akan segera datang..
sebentar lagi...baunya sudah begitu  terasa, 
waktunya akan tiba...
saat kepompong  Ramadhan
membentuk kita menjadi kupu-kupu dengan coraknya yg  indah..



Selasa, 04 Juni 2013

Berbahagialah Menjadi Mukmin

Adakah hal yang lebih membahagiakan selain keteguhan akan iman dan Islam dalam hati..
menjadi mukmin adalah kebahagian tak ternilai..sebab menjadi mukmin bukan hanya penghambaan belaka, justru penghambaan ini mengantarkan para mukmin kepada kemulian-kemuliaan yang di janjikan..

Allah menjanjikan banyak kemuliaan bagi mukmin..yang beriman, dan bangga dengan keimanannya. Kemuliaan itu adalah :

1. Ampunan, Allah Berfirman, Katakan pada orang kafir itu : " Jika mereka berhenti dari (kekufuran), niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka yang sudah lalu" Al anfal 38

2. Keamanan, Allah berfirman, " Orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezalima. mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itulah yang mendapat petunjuk" Al An am 82

3. Petunjuk, Allah berfirman, " sesungguhnya orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan " Yunus 9

4. Tambahan, Allah berfirman, "bagi orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik dan tambahannya" Yunus 9

5. Keberuntungan, Allah berfirman, "sesungguhnya beruntunglah orang yang beriman" Al mukminun 1

6. Keteguhan, Allah berfirman, " Allah meneguhkan ( iman) orang-orang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan dunia dan akhirat" Ibrahim 27

7. Pertolongan, Allah berfirman " Pada hari itu, tidak berguna syafaat kecuali syafaat orang yang Allah maha pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataanya, yaitu perkataan  La ilaha illa Allah" Thaha 109

8. Kebaikan Amal, Allah berfirman, " Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amal-amalmu.." Al ahzab 70

9. Kegembiraan, Allah berfirman, "....dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah Allah janjikan kepadamu" Fushsilat 30

10. Kemuliaan di hari kiamat, Sebagaimana firmanNya. "(kepada mereka dikatakan) : salam, sebagai ucapan selamat dari Tuhan yang maha penyayang" 

dan " wajah-wajah (orang beriman-iman) peda hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannya mereka melihat."

Jadi Alangkah bahagianya seorang mukmin....


Kompas Ruhani
Allah izinkan kami menjadi bagian dari mereka, para mukmin yang begitu berbahagia.....

Jumat, 31 Mei 2013

Selamat untuk Anda

Selamat untuk anda wanita...

yang shalat, puasa, taat, lagi patuh...

Selamat untuk anda karena anda wanita yang berhijab, anggun, lagi berkepribadian kokoh

Karena anda wanita berpendidikan, gemar membaca, sadar, lagi mempunyai petunjuk yang benar

Karena anda seorang wanita yang setia, terpercaya, jujur, suka berderma

Karena anda wanita penyabar, selalu berharap rahmatNya, dan senantiasa kembali ke jalanNya

Karena anda wanita yang selalu berdzikir, bersyukur, dan berdoa

Karena anda mengikuti jejak Aisyah, Khadijah dan Maryam

Karena anda wanita yang mendidik calon-calon tokoh terkemuka, dan pahlawan bagi agamaNya

Wanita yang memelihara kehormatan, norma dan etika

Wanita yang selalu membela hal-hal yang disucikan, dan jauh dari hal-hal yang diharamkan..

Sekali lagi, selamat untuk anda...


Wahai jiwa..berbahagialah sekarang, bukan esok hari...:)

Kamis, 23 Mei 2013

Rasa takut, berserah padaNYa..

Akhir-akhir ini, saat Allah menguji dengan banyak ketidakpastian..hanya butuh sabar, sebentar saja..
saat dada dipenuhi rasa takut dan kegelisaan..ketahuilah..

rasa takut membuat kita lebih waspada. rasa takut memberi energi ekstra..
rasa takut membuat mampu mengatasi tantangan tersulit..tidak ada yang mampu mendorong sumber daya dalam diri selain rasa takut..
rasa takut mendorong kita maju, bukan menahan kita..
biarkan rasa takut mengajarkan kita.
biarkan rasa takut mempersiapkan kita..
tapi jangan biarkan rasa takut menghentikan kita..

saat rasa takut menahan kita, coba perhatikan baik-baik apa yang menyebabkan rasa takut, dan kita akan menemukan alasan untuk bergerak maju..
takut mulai bertindak adalah kegagalan paling abadi..
bila sudah mencoba dan ternyata gagal, kita memperoleh sesuatu yang bisa dipelajari dan dicoba kembali..
dan tidak pernah gagal bila kita terus berusaha...


ditengah kegelisahan menanti ketetapannya akan masa depan..

sungguh, demi Zat yang takdir ku berada dalam genggamanNya..
aku berserah, benar-benar berpasrah






Kunci..


Semua memiliki kunci..
peganglah, buka, maka kau akan mendapatkannya..

Kunci kemuliaan adalah taat kepada Allah dan Rasulnya

Kunci Rizki adalah usaha yang seiring dengan taqwa

Kunci Syurga adalah tauhid

Kunci iman adalah membaca tanda-tanda kebesaranNya

Kunci hidupnya kalbu adalah merenungi Alquran dan mendekatiNya dipenghujung malam

Kunci ilmu adalah tidak malu untuk bertanya dan mendengar dengan baik

Kunci kemenangan adalah sabar

Kunci nikmat adalah syukur

Kunci keberhasilan adalah doa...

Semua ada kuncinya, Allah hanya ingin melihat usaha kita, inginkah kita membukanya, dan melihat apa yang ada dibaliknya..

Ada Suasana Magis Setiap Kali Dia Hadir, Hujan...



Suara bergemuruh diatas langit..
Suara air menari diatas bumi..
Daun-daun bergesek memainkan musik..
Mengingatkan ku pada suatu hal, entah masa lalu, atau masa depan..
Hujan membawakan kedamaian dan kegelisahan secara bersamaan..
Ada memori dalam hati dan ingatan..entah apa dan kapan..
Membuat ku ingin tersenyum, bersyukur, dan menangis..
Setiap dia hadir..seperti ada yang hilang dan ada yang datang..

Kamis, 16 Mei 2013

PDA oh PDA, Hukum Bermesraan di Depan Umum

PDA, familiar with this one?

Public Display of Affection.

Yups, Fenomena pasangan (suami istri loh ya..saya tidak menghitung yang belum halal disini, karena hukumnya sudah jelas..hehe)  yang  mengumbar kemesraan didepan umum. lebih dari sekedar pasang foto tentunya, tapi sayang-sayangan, mesra-mesraan, entah didunia nyata atau didunia maya..

Seperti, Sayang sudah makan ..?? “Sayang anak² sudah bangun …??” .. atau “Sayang aku merindukanmu” , sayang cepet pulang ya..dll

Saat musim-musim nikah seperti ini, Timeline FB dan twitter full dengan kegiatan PDA...Huffth --"

entah kenapa, saya sedikit tidak nyaman dengan kegiatan PDA semacam itu, bukannya iri, apalagi jealous
karena saya yakin setiap orang punya kebahagiaannya sendiri-sendiri. Hanya saja, saya rasa kata-kata manis, sayang-sayangan, atau apalah bentuknya...merupakan ranah privat dari masing-masing pasangan..yang seharusnya bisa diutarakan lebih privat..tanpa harus dipublish di twitter atau facebook, bukankah sudah ada sms, inbox, dll.

Mungkin saya tidak nyaman dengan PDA disebabkan background karakter saya yang memang berbeda memandang hal tersebut, akhirnya memberikan sebuah penilaian dari kacamata pribadi. terdengar sedikit tidak fair ya..hehehe.

untuk itu saya mencoba melihat hal ini dari kacamata terbaik, bukan kacamata saya, tapi kacamata Islam.

saya mencoba mencari-cari literatur tentang hal ini, bagaimana hukumnya dalam pandangan Islam suami istri yang  bermesraan di dunia maya (depan umum). buat pelajaran saya juga :D

dari mengumpulkan ilmu-ilmu yang berserak, ..saya menemukan satu kajian ustad tentang hal ini. 

Beliau menyampaikan, pada dasarnya apa yang dimaksud bermesraan disini  harus diberikan batasannya, apakah sampai dengan batas yang dilarang hingga seperti menceritakan hubungan suami istri atau menceritakan ciuman dll atau sekedar sewajarnya seperti saling menyapa dll. Bisa jadi orang lain menganggap biasa bisa jadi menganggap mesra … maka perlu diperinci perbuatan yang dimaksud bermesraan disini, bagi orang fasiq berciuman di tempat umum bagi mereka biasa dan mungkin kemesraan bagi yang biasa melakukannya, bagi kita mungkin sesuatu hal yang tidak etis dan menganggap tidak punya rasa malu.
Kemudian beliau juga menganjurkan jika suami istri sebaiknya tidak menulis hal² yang dirasa pribadi yang bisa dibaca oleh semua orang atau kalangan, skrg kan sudah ada sms … atau inbox … dan hendaknya lebih baik seperti itu . 
Apakah hal tersebut diatas termasuk dalam bermesraan di tempat umum ? beliau kembali kepada bermesraan yang bagaimana yang dimaksud ..?? jika hanya berpegangan tangan , atau canda suami istri yang wajar maka Insya ALLOH tidak mengapa. Selama tidak berlebihan seperti Suami istri berciuman di tempat umum, atau jika kasus di FB mungkin seperti chatting yang berbau mengarah kepada porno atau sejenisnya, atau saling menyapa dengan menceritakan aurat istri atau suaminya seperti

“Sayang baumu tadi pagi harum sekali …
jadi pengen cepat pulang … ” :D dan sejenisnya … 
adapun seperti hal ini beliau menganjurkan seperti poin diatas tadi .. lebih baik diketahui suami istri.
Kemudian, jika ada yang melihat kata² mesra antar suami istri di FB kemudian membuat iri bagi yang belum menikah apakah termasuk dzhalim ? Belia menyampaikan sesungguhnya kemungkinan yang iri adalah orang yang belum mampu menikah atau belum bisa menikah, tetapi mungkin hal tersebut bisa juga menjadikan orang lain untuk segera menikah demi menjaga diri dan kemaluannya.
Apakah orang yang menulis di FB yang dimaksud tadi ( dianggap bermesraan antar wall suami istri) dianggap seperti syaitahn laki² dan perempuan yang berhubungan di jalan dan dilihat orang lain seperti yang disabdakan Rasulullah ..? 
Beliau menjelaskan, jika tidak sampai menceritakan hubungan suami istri yang detail seperti bagaimana mereka berciuman, jima’ dll Insya ALLOH tidak sampai dihukumi seperti itu, karena yang dimaksud dalam hadits itu adalah menceritakan hubungan jima’ suami atau istri setelah mereka berhubungan kepada orang lain, dan disisi lain Imam An Nawai dan Imam Asy Syaukani juga menjelaskan tentang hal itu … 
Kemudian apakah bermesraan yang dimaksud jika seperti Rasulullah memuliakan istri² beliau seperti hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik (amula beliau) tentang Rasulullah berjalan menuntun Shofiyyah dan memakaikan Mantel kulit serta menaikkan Shofiyyah ke unta dengan berdiri di paha Rasulullah .. maka hal ini adalah termasuk memuliakan istri … :) dan dianjurkan Insya ALLOH … (dan lihatlah hal ini dilakukan di tempat umum) … :)
Kesimpulannya :
1. Bagi suami istri hendaknya saling menjaga hubungan mereka dengan sewajarnya di tempat umum, dan jika ada keperluan yang bersifat pribadi hendaknya tidak terbuka dan dibaca oleh orang lain, bisa lewat sms atau inbox.  

2. Adapun masalah jika ada yang iri melihat yang seperti itu, hendaknya beristighfar kepada ALLOH dan mohon diberikan jalan dan kemudahan untuk segera menikah bagi yang belum menikah, karena iri hanya diperkenankan berkisar pada 2 hal , pada orang yang berilmu yang digunakan ilmunya untuk diajarkan kepada orang lain di jalan ALLOH, serta pada orang yang mempunyai harta yang digunakan di jalan ALLOH. Dan hendaknya lebih bersemangat untuk menjaga diri dan ikhtiar untuk segera menikah dengan niat menjaga diri dan kemaluan karena ALLOH jika melihat hal seperti itu. ( baiklah, kencengin ikat kepala, semangat..hahah :D )

3. Bab bermesraan di tempat umum , dan termasuk menulis wall dengan kata² mesra antar suami istri, perlu ada perincian apakah termasuk seperti perbuatan syaithan² laki² dan perempuan yang disabdakan Rasulullah atau bukan. Tidak langsung menghukumi sama.


4. Hendaknya tidak bermudah²an berfatwa sesuatu hukum sebelum diperinci terlebih dahulu sehingga terjebak dalam menghukumi sesuatu yang sama yang pada hakekatnya belum tentu sama ..

Dan semoga tulisan ini bermanfa’at dan jika ada kata² yang salah  mohon maaf jika merupakan kebenaran maka kebenaran itu datangnya dari ALLOH, jika ada kesalahan minta ma’af dan kesalahan itu datangnya dari diri pribadi dan syaithon …
Allohu’alam bi showab.
akan tetapi ada asatidz yang lain yang berbeda pendapat dengan al ustadz Fuad Baraba’.
Beliau adalah al ustadz M. Noor Yasin. Beliau menjelaskan bahwa bermesraan di depan umum bisa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sifat-i seperti syaithan wanita dan syaithan laki2 yang sdg berhubungan di pinggir jalan dan dilihat orang2. (HR. Ahmad, VI/456-457)


Allhamdulillah, setelah membaca ini sedikit lebih lega, semoga dengan melihat itu orang -orang jomblo kayak saya bisa diijinkan oleh Allah menyusul yang sudah menikah :D dan tetap menahan diri untuk tidak mempublish hal-hal yang kurang ahsan dipublish..takut salah niat..:D

dan yang sudah merasakan, semoga selalu bahagia..tidak hanya didunia maya, tapi juga didunia nyata..:D

sumber kajian : http://fitrahfitri.wordpress.com

sekali lagi, semoga bermanfaat..



Senin, 15 April 2013

Kontemplasi, untuk saya, dan kita muslimah..

How Can we contribute to the world if we fail to contibute to our family?

Sepertinya kalimat tanya tersebut tepat untuk mengawali tulisan saya ini. Pagi ini, saat saya mengantar keponakan berangkat ke PAUD nya tercinta..ada hal yang mengusik hati saya. .yang sebenarnya sudah mengusik sejak kemarin-kemarin setiap saya mengantar dedek ke sekolah.

Diantara teman-teman si kecil Amanda (nama keponakan saya), ada satu anak yang menarik perhatian saya. Namanya Hikmah (bukan nama sebenarnya), gadis cantik berumur 4 tahun. Setiap pagi selalu terlambat datang kesekolah, jika tidak terlambat, pasti datang dengan terburu-buru. Dengan kondisi tidak menyenangkan. Si anak menangis atau tidak mood masuk kelas..guru-guru harus berusaha keras untuk membujuknya... dan itu berlangsung hampir setiap hari.

*sekolah ponakan saya ini mengijinkan para bunda menunggu di luar kelas, jadi kalo istirahat anak-anak bisa bermain bersama bunda atau pengasuhnya masing2.

Belum lagi, jika diperhatikan..baju si anak terlihat tidak pernah disetrika, terlihat kucel dan kumuh, tidak pernah membawa bekal. Saat anak2 yang lain membawa bekal dari rumahnya masing2 dengan bento box yang berwarna-warni dan masakan enak dari bunda masing-masing, disaat itu pula saya tidak pernah melihat si kecil Hikmah membawa bekal. .

Jika pun membawa bekal selalu berupa makanan ringan penuh MSG, minuman2 isotonik seperti mizone, pocarysweat serta teh dalam botol yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi anak usia batita sering-sering.

Saat berangkat sekolah si kecil Hikmah selalu diantar laki-laki yang belakangan saya ketahui adalah sang ayah, itupun setiap pagi saya disuguhi adegan kucing2an antara ayah dan anak, dibantu guru-guru dan bahkan kadang saya, agar Hikmah mau ditinggal dan si ayah bisa segera berangkat bekerja..

lagi-lagi saat saya melihat si ayah, saya terusik, sebab hal sama juga saya dapati pada beliau, baju kerja yang terlihat tidak disetrika dan wajah yang tidak pernah terlihat segar..

hal-hal tersebut tentu menimbulkan pertanyaan besar pada diri saya. Siapa kah Ibu dari si kecil Hikmah dan Istri dari bapak ini? kenapa tidak pernah terlihat mengantar? bahkan hikmah tidak pernah ditungguin seperti anak-anak yang lain, jika pulang sekolah selalu dititipkan kepada tetangga.

Sempat saya berfikir, Hikmah adalah seorang anak piatu...astagfirullahalaadzim..


Kembali kepada pagi ini, yang semakin membuat saya terusik. Tidak seperti biasanya, Hikmah diantar dan ditunggui seorang wanita, saat saya tanya pada seorang ibu disebelah saya.."niku sinten nggih bu?" sang ibu menjawab : "oh itu mamanya Hikmah mbak, memang jarang ke sekolah "

DONG DENG DIEER...saya sedikit shock (hehe lebay) sempat tidak percaya, kenapa? sebab beliau akhwat teman-teman, berjilbab lebar dan berkaos kaki, sama seperti saya..!! MasyaAllah..

saya sempat tidak menyangka jika si kecil Hikmah, yang menurut saya tidak terurus, mempunyai Bunda seorang akhwat, dengan simbol2 Islam yang melekat pada tubuhnya. Seketika saya langsung merasa sedih. ;(

pertanyaan saya lanjutkan, "kerja toh buk beliau"? kata sang ibu, "iya mbak jadi dosen setahu saya, ndak tahu juga sih... saya walau tetangganya gak begitu kenal. ya begitu itu mbak, kegiatannya banyak, anaknya banyak, jarang dirumah, tapi ndak pernah masak, saya sering lihat pagi, siang, malam suka beli makanan di warung. kyaknya sih ndak bisa masak "

dalam hati saya beristigfar, bukan karena mengetahui kenyataan yang baru saja saya dengar..

namun, karena pertanyaan saya justru membuat ibu itu banyak berkomentar, padahal pertanyaan saya sederhana. Hal tersebut membuat kami terlihat seperti melakukan pergunjingan..astagfirullahalaadzim

saya hanya tersenyum, tidak mw lagi melanjutkan pertanyaaan. tidak juga mw menebak-nebak serta ingin tahu lebih lanjut. Lantas berpamitan kepada sang Ibu. Pergi berlalu mengambil sepeda. Beranjak pulang. Nanti jam istirahat saya kembali.

Entah mungkin banyak hal yang tidak saya tahu, saya juga tidak mau banyak menyimpulkan, karena saya sendiri tidak tahu bagaimana kondisi sesungguhnya keluarga adek Hikmah.

Yang jelas, selama perjalanan pulang,sambil mengayuh sepeda, saya banyak2 berdoa, semoga kelak saya menjadi Ibu dan Istri yang tidak hanya luar biasa diluar, tapi berguguran, di rumah, di dapur, di hati anak-anak, dan di hati suami saya..nauudzubillah...

Mari kita wanita, dan khususnya kita muslimah berazzam dalam hati untuk terus belajar dan memperbaiki diri..semoga kita memiliki keluarga surgawi dan bernilai positif dimata dunia.





Senin, 11 Februari 2013

Ibu dan Istri, Pahala Besar Bagi Mereka


Akhir Desember lalu Ibu mengalami stroke akibat komplikasi diabetes dan hipertensi. Artinya Ibu harus beristirahat dari kegiatan fisik apapun dirumah. Jangankan berkegiatan fisik, untuk mandi, mengganti baju, makan atau sekedar menyisir rambut,harus banyak dibantu. Belum lagi kondisi psikologis beliau yang begitu sensitif saat harus mendapati kondisi tubuhnya yang tidak seaktif dulu.

hal ini menyebabkan banyak pekerjaan rumah yang biasanya ditangani oleh ibu harus digantikan. Saya, sebagai anak pertama,mau tidak mau harus menggantikan seluruh peran Ibu dirumah. Mulai dari bangun sebelum subuh, langsung meluncur kedapur, memasak air untuk mandi ibu, memasak nasi ,membereskan meja makan dan mencuci piring menjadi kegiatan yang rutin dikerjakan sebelum shalat subuh. Bada shalat subuh dan tilawah, harus segera pergi belanja dan memasak untuk sarapan bapak dan adik-adik. Belum lagi dirumah ada toko yang harus tetap diurusi. Beruntung beda usia ku dan adik2 tidak terlampau jauh. Jadi masih bisa mendelagasikan beberapa tugas rumah, misalnya pergi ke laundry  atau menyapu dan mengepel rumah. Beruntung juga memasak bukan hal asing bagi saya. Sejak kecil Ibu sudah melibatkan saya di dapur.

Dari beberapa pekerjaan itu saja, saya sudah sangat merasakan betapa tidak mudah menjadi Istri dan Ibu dalam rumah tangga, belum lagi jika masih harus menyiapkan keperluan sekolah, melayani Suami, menjadi tempat diskusi, sumber pendidikan anak, mengatur keuangan keluarga, bertetangga yang baik dan peran- peran yang lain. Hal itupun tidak dijalani hanya dalam waktu seminggu atau dua minggu, namun bertahun-tahun lamanya.

Maka tidaklah heran jika Rasulullah bersabda dalam hadist nya :
Dari Abu Hurairah ra berkata:
Ada seseorang yang datang menghadap Rasulullah dan bertanya: Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku? Jawab Rasulullah: Ibumu. Ia bertanya lagi: Lalu siapa? Jawabnya: Ibumu. Ia bertanya lagi: Lalu siapa? Jawabnya: Ibumu. Ia bertanya lagi: Lalu siapa? Jawabnya: Ayahmu. HR Al Bukhariy, Muslim, dan Ibnu Majah

Bahwa ibu memiliki tiga kali hak lebih banyak daripada ayahnya. Karena kata ”ayah” dalam hadits disebutkan sekali sedangkan kata ”ibu” diulang sampai tiga kali. Hal ini bisa difahami dari kerepotan ketika hamil, melahirkan, menyusui. Tiga hal ini hanya bisa dikerjakan oleh ibu, dengan berbagai penderitaannya, kemudian ayah menyertainya dalam tarbiyah, pembinaan dan pengasuhan.


Hal ini diisyaratkan pula dalam firman Allah:

Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu. QS. Luqman.
Belum lagi hadist  dan ayat-ayat Allah tentang seorang Istri. Hal ini menunjukkan bahwa keduanya menjadi sumber surga bagi wanita selama mereka menjalankannya sesuai dengan arahan Islam.

Maka kini, walau pada saat tulisan ini dibuat saya belum menjadi keduanya, saya banyak sekali bersyukur..

Dalam keadaan sehat bahkan sakitpun ibu selalu memberikan saya pelajaran untuk menjadi Istri dan Ibu yang baik dikemudian hari..

Dia tak seberpendidikan Ibu2 yang lain, Dia hanya perempuan desa lulusan SD..
Yang tak lelah bekerja apapun untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya
Cerewetnya minta ampun..banyak bicara, mudah panik, dan selalu tergesa-gesa..
tapi semua orang tahu, dia begitu luar biasa memuliakan tamu…
Selalu mendoakan anak-anaknya disetiap shalatnya, walaupun masih harus diajari membaca Alquran..
penampilannya sederhana..tak sepintar ibu2 yg lain dalam bersolek..
begitu gelisah saat harus menjadi ibu RT, sebab suaminya terpilih menjadi pak RT
hanya takut sebab dia tidak bisa berbicara didepan umum, hanya takut karena dy tidak begitu bagus menulis, hanya takut karena membacanya tidak selancar yang lain….
no matter u. ..u always be my everything..Ibu Triyatun


 my lovely family, Semoga Islam dan Iman selalu menyertai kami

Selasa, 01 Januari 2013

Ijinkan Aku Mencintai Mu semampu ku

Tuhanku, 
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu… 
Lembar demi lembar kitab kupelajari… 
Untai demi untai kata para ustadz kuresapi… 
Tentang cinta para nabi 
Tentang kasih para sahabat 
Tentang mahabbah para sufi 
Tentang kerinduan para syuhada 

Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam 
Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan… 

Tapi Rabbii, 
Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu… 
Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi… 
Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu… 
Aku makin merasakan gelisahku membadai… 
Dalam cita yang mengawang 
Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi… 
Hingga aku terhempas dalam jurang 
Dan kegelapan… 


Wahai Ilahi, 
Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu… 
Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali 
Menatap, memohon dan menghibaMu: 
Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii, 
Perkenankanlah aku mencintaiMu, 
Semampuku 
Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii 
Perkenankanlah aku mencintaiMu 
Sebisaku 
Dengan segala kelemahanku 

Ilaahi, 
Aku tak sanggup mencintaiMu 
Dengan kesabaran menanggung derita 
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafa 
Karena itu izinkan aku mencintaiMu 
Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu 
Atas derita batin dan jasadku 
Atas sakit dan ketakutanku 

Rabbii, 
Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad. Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu. Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makanan–makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan. 

Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya. Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia. 

Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku. 

Yaa, Maha Rahmaan, 
Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku. 

Yaa Rahiim 
Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru. 

Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta. 

Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii 
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.