Tampilkan postingan dengan label Personality. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Personality. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Mei 2013

Selamat untuk Anda

Selamat untuk anda wanita...

yang shalat, puasa, taat, lagi patuh...

Selamat untuk anda karena anda wanita yang berhijab, anggun, lagi berkepribadian kokoh

Karena anda wanita berpendidikan, gemar membaca, sadar, lagi mempunyai petunjuk yang benar

Karena anda seorang wanita yang setia, terpercaya, jujur, suka berderma

Karena anda wanita penyabar, selalu berharap rahmatNya, dan senantiasa kembali ke jalanNya

Karena anda wanita yang selalu berdzikir, bersyukur, dan berdoa

Karena anda mengikuti jejak Aisyah, Khadijah dan Maryam

Karena anda wanita yang mendidik calon-calon tokoh terkemuka, dan pahlawan bagi agamaNya

Wanita yang memelihara kehormatan, norma dan etika

Wanita yang selalu membela hal-hal yang disucikan, dan jauh dari hal-hal yang diharamkan..

Sekali lagi, selamat untuk anda...


Wahai jiwa..berbahagialah sekarang, bukan esok hari...:)

Senin, 20 Mei 2013

Komunikasi, Softskill yang Harus Dimiliki Semua Profesi


Salam hangat..:D

lagi-lagi saya mau nulis tentang pengalaman saya mengisi dan berbagi ilmu..
beberapa kali, diamanahi menyampaikan tentang kepribadian, terutama yang berhubungan dengan softskill..

awalnya selalu merasa berat kalo diminta berbicara, mengisi talkshow, atau sekedar berbagi dalam forum diskusi yang membahas tentang softskill, merasa masih belum mampu..merasa diri pribadi belum cukup menggambarkan sifat dan sikap yang harus saya sampaikan.. walau begitu, alhamdulillah..berkat Allahlah, saya memiliki kemampuan lebih dalam mengolah kata didepan umum..mungkin karena itulah saya diamanahi untuk bicara..yang sebenarnya ilmunya pun saya dapat dari proses belajar dari orang lain..buka murni dari saya pribadi...:D menyadari bahwa si fakir ilmu ini, tidak memiliki apapun untuk disombongkan, apalagi ilmu..

“dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (al-Israa’: 85)
“Siapa yangmenyangka dirinya telah mengetahui, berarti ia masih jahil.” Rasulullah saw 


Namun begitu, jika itu hal baik..ijinkan saya sampaikan walau hanya sedikit..

well, berbicara tentang softskill, aslinya sudah banyak ahli yang membahas dan mendukung bahwa softskill menjadi faktor dominan dalam menentukan kesuksesan seseorang apapun bentuk profesinya. Sebuah penelitian menyebutkan, 

85% persen dari kesuksesan dalam hidup berkaitan secara langsung dengan kemampuan berkomunikasi dan keterampilan membina hubungan

Sayangnya, banyak loh..orang yang masih bermasalah dengan hal ini. Rela mengeluarkan dana lebih untuk menjalani sekolah kepribadian. .artinya walau terlihat sepele, masih banyak dari kita yang ternyata gagal dalam menjalin hubungan yang baik dengan sekitar. Lots of  people are killing each other with bad communication..hemmm

Terkait komunikasi dan membina hubungan, sebenarnya dapat saya rangkum dalam empat kemampuan besar yang harus dimiliki (berdasarkan beberapa buku yang saya baca dan pengalaman pribadi). Yang kesemuanya..saya yakin bisa diupgrade..:D

1. Kemampuan Konsep..

loh, buat bicara aja perlu dikonsep toh ? yuppii..perlu banget. Misalnya pemilihan ide dan topik yang harus      kita sampaikan, serta pemilihan kata yang tepat. Jangan sampai kita mati gaya karena tidak punya banyak pengetahuan tentang suatu hal. Pernah saya harus banyak mencari tahu tentang korea (walaupun saya tidak suka) hanya untuk bisa dekat dengan salah satu adek mentoring yang sukaaaaaaa bangeeet sama korea. Alhamdulillah usaha saya tidak sia-sia..dari sanalah saya bisa memulai sebuah komunikasi. Jadi lebih akrab dan diterima. .sekarang adek tersebut sudah berjilbab loh..:D. 
Perlu juga banyak menambah kosa kata yang baik, dengan cara membaca buku,,hindari mengeluarkan kata-kata yang mungkin bisa menyakiti hati lawan bicara. Jika memang bisa cari kata ganti yang lebih baik..akan lebih menyenangkan didengar tanpa harus menghapus makna yang ingin kita sampaikan..seseorang lebih mudah merespon kata positif dibanding dengan kata-kata negatif.

2. Kemampuan Interaksi.

Kemampuan ini lebih ke gaya bahasa dan mimik wajah. Banyak-banyak tersenyum. Senyum terbukti mampu  membawa suasana positif saat berkomunikasi. Sayang kan punya wajah cantik, tapi terkenal dengan sebutan miss jutek :D. Gerakan tubuh seperti mengangguk-angguk saat mendengarkan lawan bicara juga sangat penting. Sebab, hal tersebut menunjukkan bahwa lawan bicara kita merasa didengar sepenuhnya dan merasa didukung. Sehingga kita berhasil membuatnya nyaman berada didekat kita.
Sesibuk apapun, hindari melakukan pekerjaan lain pada saat lawan bicara sedang berbicara. Misalnya smsan, mata memperhatikan hal lain, dsb. Jika memang terpaksa, meminta ijin terlebih dahulu lebih sangat dianjurkan. Dengan begitu lawan bicara merasa lebih dihargai..

3. Kemampuan Mengingat

Hummm, ini kemampuan yang saya paling lemah didalamnya. Saya sangat begitu susah mengingat nama orang :(, saya sering berjam-jam bicara, berminggu-minggu berinteraksi, tapi saya tidak benar-benar tahu siapa nama lawan bicara saya tersebut. Saya hanya mampu mengingat wajahnya..menyedihkan bukan??
kenapa kemampuan mengingat penting? sebab, akan sangat menyebalkan bagi lawan bicara jika ternyata kita tidak keep attention pada apa yang dia sampaikan..misalnya, saat dia tengah asyik bicara kita menyela dengan pertanyaan " maaf, cerita apa tadi?" atau, "cerita yang mana ya, aku lupa". hummm..pasti menyebalkan :D

4. Kemampuan Psikologis..

Yang satu ini lebih ke- bagaimana kita mampu berfikir positif kepada lawan bicara. Dengan berfikir positif, kita juga akan memperlakukan semua orang dengan sifat yang positif pula. Menggeser cara pandang, bahwa setiap orang berhak mendapatkan perlakukan yang baik dari kita, siapapun itu, minimal dari cara kita berinteraksi dan berbincang dengannya. Dengan begitu semua orang merasa nyaman, dan kita bisa diterima disemua kalangan. Untuk yang satu ini, kita hanya perlu ingat..bahwa terkadang orang yang kita anggap buruk belum tentu kita lebih baik darinya...coba untuk lebih menahan diri,bersikap tenang, tidak sarkastik dalam berucap. Berusaha lebih banyak mendengarkan dari pada menyela. Dengan begitu akan banyak orang yang begitu nyaman berada di dekat kita :D

semoga bermanfaat :D

semoga dengan ini kita menjadi pribadi-pribadi penuh cinta dimanapun berada..sebagai apapun nantinya..
yang mana jika kita tidak ada justru dicari..
bukan sebaliknya,ada atau tidak adanya kita tidak berpengaruh apa-apa,,
atau justru malah ketiadaan kita menjadi kesyukuran bagi orang-orang disekitar kita..nauzzubillah..



Saat berkesempatan berbagi ilmu tentang softskill, strategi komunikasi dengan temen2 di FK Unair


diantara banyak peserta mahasiswa, ada bapak2 berusia 47 tahun, yang semangat belajarnya tak kalah dengan mereka yang mahasiswa



Minggu, 05 Mei 2013

Wanita itu Cantik


Beberapa kali saya didaulat sebagai pembicara maupun moderator untuk acara kemuslimahan. Bahkan lebih banyak menjadi pesertanya. Entah itu festival muslimah atau seminar-seminar, atau talkshow yang bertajuk muslimah dan kecantikan. Banyak pula pertanyaan “apa harus bermake up luar biasa buat jadi cantik? Atau harus ikut trend fashion terupdate? Perawatan kesalon setiap hari? Kan saya tidak terlahir cantik secara fisik !! tidak seperti mbak Okky Setiana Dewi yang memang fisiknya cantik, atau seperti artis yang lain, yang tinggi, putih, mancung, bermata bulat, dll.

Setiap wanita adalah cantik. Dia terlahir indah dan telah menjadi fitrahnya untuk mencintai keindahan. Wanita secara alamiah akan suka melakukan banyak hal untuk memaksimalkan kecantikannya serta mengoptimalkan pesonanya. Namun ibarat sebuah buku, cover menarik belum tentu membuat orang bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk membacanya. Harus ada isi yang benar-benar menarik dan memberi nilai kepada pembacanya.

Sama halnya dengan kecantikan. Terlahir dengan fisik cantik dan menarik tidak menjamin menjadikan orang tersebut mempunyai banyak kawan dan dicintai. Update fashion terbaru dan mahal juga tidak menjamin membuat banyak orang nyaman didekatnya. Bahkan mungkin bisa membuat orang merasa iri dan minder. Cantik itu bukan hanya tentang apa yang dimiliki dan ditampakkan secara lahir namun juga apa yang mampu diberikan dari semua potensi yang dimiliki oleh setiap wanita.

Cantik sangat erat kaitannya dengan akhlaq. Itulah kenapa ajang pemilihan putri-putrian pun menyandingkan kata Beauty dengan Brain dan Behavior. Hal ini menunjukan cantik fisik bukan hal utama dalam pembahasan kecantikan.

Ketika seorang wanita tidak cerdas mendidik hatinya, maka siapapun pasti akan tahu bahwa tiada lagi kecantikan akhlak atasnya. Ketika wanita tidak cerdas dalam berinteraksi dengan sesamanya, mudah marah, gampang badmood, pedas dan tajam kata-katanya, maka kecantikan tentang jati dirinya seakan diragukan oleh makhluk disekelilingnya.

Ketika kecerdasan itu tidak dia hadirkan dalam caranya berdialog atau berbicara, gampang mati gaya karena tidak update banyak hal disekitarnya, maka kecantikan juga dengan mudah lenyap dari dirinya, yang kemudian berganti dengan ketidaknyamanan orang-orang disekitarnya. Ketika kecerdasan juga tidak ada dalam caranya berperilaku dalam kesehariannya, maka tidak heran jika banyak yang tidak “menganggap” kehadirannya.

Sungguh, Kecerdasan tak hanya melulu dilihat dari kuatnya daya ingatnya, atau hanya tercetak dalam lembaran catatan akademis, tapi lebih pada kesadaran wanita itu sendiri untuk menempatkan diri secara pas, pantas, menjadi diri sendiri, dan tidak berlebihan. Kemampuan menampilkan dirinya sebagai wanita dengan segenap nalurinya yang memang indah dan pantas untuk dihormati.

Terkait fisik, tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk kesalon. Cukup dengan menjaga kebersihan diri, tidak dekil, merawat diri sendiri sebagai bentuk rasa syukur atas fisik sempurna yang sudah Allah berikan. Pun dengan berpakaian, tidak harus pakaian yang mahal, tapi rapi, sopan, sederhana, padu padan warna yang wajar, jika perlu mendesign dan membuatnya sendiri sesuai dengan karakter kita (hehehe sedikit ngmongin diri sendiri, im not designer but im dressmaker for my self J). Bukankah yang terpenting tetap terlihat syari sesuai dengan aturan berpakaian Islami.

Walaupun begitu kecantikan yang utama tidaklah hanya terbatas pada bagaimana caranya seorang wanita memoles muka, berpakaian, menuturkan bahasa dan atau menempatkan diri dalam pergaulannya. Namun kecantikan yang sesungguhnya terletak dalam cerdasnya dia menjaga diri dan kehormatannya. Yaitu, ketika seorang wanita cerdas dalam menata dirinya sesuai dengan aturan Allah subhanahu wata'ala. Ini masih menjadi PR besar pula bagi saya. Semoga kita terutama saya, tetap diijinkan istiqomah menjadi muslimah dijalan kebaikkan.

Memang, di dunia ini tidak ada kata sempurna, pun demikian halnya dengan kepemilikan sebuah kecerdasan dan keindahan dalam diri wanita. Namun percayalah, bahwa wanita yang mengusahakan agar kecerdasan, akhlaq yang baik, potensi dan kecantikan itu selalu ada dalam dirinya, tentu saja akan memiliki nilai lebih di mata manusia dan dihadapanNya.


*Satu hari bersama Ustadzah Eny (Owner salon kecantikan Alfafa) dan Ustadzah Diah (Owner WO Islami) berbicara tentang cantik dan syari dalam satu harmoni.

Senin, 15 April 2013

Kontemplasi, untuk saya, dan kita muslimah..

How Can we contribute to the world if we fail to contibute to our family?

Sepertinya kalimat tanya tersebut tepat untuk mengawali tulisan saya ini. Pagi ini, saat saya mengantar keponakan berangkat ke PAUD nya tercinta..ada hal yang mengusik hati saya. .yang sebenarnya sudah mengusik sejak kemarin-kemarin setiap saya mengantar dedek ke sekolah.

Diantara teman-teman si kecil Amanda (nama keponakan saya), ada satu anak yang menarik perhatian saya. Namanya Hikmah (bukan nama sebenarnya), gadis cantik berumur 4 tahun. Setiap pagi selalu terlambat datang kesekolah, jika tidak terlambat, pasti datang dengan terburu-buru. Dengan kondisi tidak menyenangkan. Si anak menangis atau tidak mood masuk kelas..guru-guru harus berusaha keras untuk membujuknya... dan itu berlangsung hampir setiap hari.

*sekolah ponakan saya ini mengijinkan para bunda menunggu di luar kelas, jadi kalo istirahat anak-anak bisa bermain bersama bunda atau pengasuhnya masing2.

Belum lagi, jika diperhatikan..baju si anak terlihat tidak pernah disetrika, terlihat kucel dan kumuh, tidak pernah membawa bekal. Saat anak2 yang lain membawa bekal dari rumahnya masing2 dengan bento box yang berwarna-warni dan masakan enak dari bunda masing-masing, disaat itu pula saya tidak pernah melihat si kecil Hikmah membawa bekal. .

Jika pun membawa bekal selalu berupa makanan ringan penuh MSG, minuman2 isotonik seperti mizone, pocarysweat serta teh dalam botol yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi anak usia batita sering-sering.

Saat berangkat sekolah si kecil Hikmah selalu diantar laki-laki yang belakangan saya ketahui adalah sang ayah, itupun setiap pagi saya disuguhi adegan kucing2an antara ayah dan anak, dibantu guru-guru dan bahkan kadang saya, agar Hikmah mau ditinggal dan si ayah bisa segera berangkat bekerja..

lagi-lagi saat saya melihat si ayah, saya terusik, sebab hal sama juga saya dapati pada beliau, baju kerja yang terlihat tidak disetrika dan wajah yang tidak pernah terlihat segar..

hal-hal tersebut tentu menimbulkan pertanyaan besar pada diri saya. Siapa kah Ibu dari si kecil Hikmah dan Istri dari bapak ini? kenapa tidak pernah terlihat mengantar? bahkan hikmah tidak pernah ditungguin seperti anak-anak yang lain, jika pulang sekolah selalu dititipkan kepada tetangga.

Sempat saya berfikir, Hikmah adalah seorang anak piatu...astagfirullahalaadzim..


Kembali kepada pagi ini, yang semakin membuat saya terusik. Tidak seperti biasanya, Hikmah diantar dan ditunggui seorang wanita, saat saya tanya pada seorang ibu disebelah saya.."niku sinten nggih bu?" sang ibu menjawab : "oh itu mamanya Hikmah mbak, memang jarang ke sekolah "

DONG DENG DIEER...saya sedikit shock (hehe lebay) sempat tidak percaya, kenapa? sebab beliau akhwat teman-teman, berjilbab lebar dan berkaos kaki, sama seperti saya..!! MasyaAllah..

saya sempat tidak menyangka jika si kecil Hikmah, yang menurut saya tidak terurus, mempunyai Bunda seorang akhwat, dengan simbol2 Islam yang melekat pada tubuhnya. Seketika saya langsung merasa sedih. ;(

pertanyaan saya lanjutkan, "kerja toh buk beliau"? kata sang ibu, "iya mbak jadi dosen setahu saya, ndak tahu juga sih... saya walau tetangganya gak begitu kenal. ya begitu itu mbak, kegiatannya banyak, anaknya banyak, jarang dirumah, tapi ndak pernah masak, saya sering lihat pagi, siang, malam suka beli makanan di warung. kyaknya sih ndak bisa masak "

dalam hati saya beristigfar, bukan karena mengetahui kenyataan yang baru saja saya dengar..

namun, karena pertanyaan saya justru membuat ibu itu banyak berkomentar, padahal pertanyaan saya sederhana. Hal tersebut membuat kami terlihat seperti melakukan pergunjingan..astagfirullahalaadzim

saya hanya tersenyum, tidak mw lagi melanjutkan pertanyaaan. tidak juga mw menebak-nebak serta ingin tahu lebih lanjut. Lantas berpamitan kepada sang Ibu. Pergi berlalu mengambil sepeda. Beranjak pulang. Nanti jam istirahat saya kembali.

Entah mungkin banyak hal yang tidak saya tahu, saya juga tidak mau banyak menyimpulkan, karena saya sendiri tidak tahu bagaimana kondisi sesungguhnya keluarga adek Hikmah.

Yang jelas, selama perjalanan pulang,sambil mengayuh sepeda, saya banyak2 berdoa, semoga kelak saya menjadi Ibu dan Istri yang tidak hanya luar biasa diluar, tapi berguguran, di rumah, di dapur, di hati anak-anak, dan di hati suami saya..nauudzubillah...

Mari kita wanita, dan khususnya kita muslimah berazzam dalam hati untuk terus belajar dan memperbaiki diri..semoga kita memiliki keluarga surgawi dan bernilai positif dimata dunia.