Tampilkan postingan dengan label Women Desires. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Women Desires. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Agustus 2013

Sehat Itu... Gak Harus Mahal.

Salah satu women internal anxieties adalah masalah kesehatan..
semakin dewasa semakin takut sakit, ada kekhawatiran tidak bisa menyelesaikan pekerjaan, mengurus keluarga dan biaya pengobatan yang mahal..

tapi sebagian  "women" juga jauh dari hidup sehat..
misalnya, malas olahraga..gak ada waktu buat olahraga, biaya ikut club olahraga mahal
sebagian gak suka sayur..
sebagian yang lain suka jajan sembarangan..asupan makanannya tidak dijaga.
belum lagi yang gampang stress, insomnia, dll..

Padahal banyak hal loh yang bisa dilakukan untuk sehat sekaligus hemat..

saya sendiri mencoba menerapkan gaya hidup sehat dengan mengacu pada 6S..apa itu?
6S adalah Smoke, Sugar, Sleep, Sun, Stress, dan Sport..

Smoke....Cukup tidak merokok.

Sugar...Kurangi konsumsi gula, bagi perempuan yang suka jajan-jajan manis harus dibatasi..sebenarnya gak cuma jajan manis, perempuan terkenal sebagian suka nyemil..entah itu makanan2 pedas, coklat, dll..sehingga yang perlu dibatasi adalah jajan makanan2 yang gak jelas..untuk ngemil bisa diganti dengan  buah, walau mungkin tidak seasyik ngemil makanan ringan, tapi bisa juga dibiasakan. Kebiasaan minum-minuman ber-rasa dalam kemasan juga bisa diganti dengan air putih..
saya sendiri gak prefer sama minuman-minuman isotonik yang beredar di pasar..walaupun "katanya" banyak kandungan yang bermanfaat. Apalagi minuman bersoda...aduh..minuman racun tuh menurut saya...:(

Berikutnya  Sleep...adalah tidur cukup..tidak berlebihan dan kurang..
adik perempuan saya sendiri mengalami insomnia yang berkepanjangan, dan itu sangat mengganggu pola sosialnya, dan sekaligus membuatnya jadi gampang sakit..

Sun, Mengurangi terpapar sinar matahari..kesehatan kulit menjadi penting untuk perempuan, termasuk saya. Jadi..perlu untuk menjaga kesehatan kulit dengan melakukan perawatan wajar. Seperti menggunakan lotion yang sesuai, memakai baju muslim dan jilbab..^^ untuk melindungi kulit kita dari sisi negatif matahari...

Stress, Menghindari stress dengan mengelola emosi..menjaganya tetap stabil, tidak mudah galau..caranya cari aktifitas produktif, tingkatkan ibadah, dan baca Alquran..^^ terbukti efektif loh...apalagi jika ditambah puasa. Puasa terbukti membuat jiwa lebih tenang dan stabil, terutama dalam menghadapi tekanan-tekanan...
entah tekanan pekerjaan, tekanan interaksi sosial, hingga tekanan jodoh...hahaha curcol...:d

Nah yang terakhir adalah sport...
Banyak ne perempuan-perempuan yang kurang aware dengan olahraga..
kemarin sempet ketemu temen lama di nikahan teman, ngobrol-ngobrol banyak hal, hingga sampai masalah olahraga..

faktanya dia terakhir olahraga waktu masih SMA, itupun karena mengikuti pelajaran olahraga.
Selama kuliah,  karena gak ada pelajaran olahraga lagi, plus aktifitas oraganisasi dan kuliah yang seabrek bikin gak sempet buat olahraga..

sepertinya gak cuma dia aja yang seperti itu, sebagian perempuan diluar sana mungkin juga sama..

memang untuk olahraga harus ada kemauan dan keistiqomahan..

saya sendiri, dulu sering mengalami masalah PMS..syndrom dismenorrhoe
karena cukup mengganggu, akhirnya saya gabung club senam aerobik ( sanggar senam wisesa)...semua anggotanya mama-mama, cuma dua orang saja yang masih single...termasuk saya. Kebetulan tempatnya deket kontrakan, plus murah juga..seminggu ada tiga kali kelas..mulainya ba'da magrib jam 18.30 sampai jam 20.00..Alhamdulillah, gangguan dismenorrhoe hilang..^^

Setelah saya pulang ke Sidoarjo, saya udah gak jadi member club lagi..
sekarang jenis olahraganya diganti, setiap hari ba'da shalat subuh selalu saya sempatkan buat streching, cardio, lalu jogging..dilanjutkan sit up..maksimal cuma sepuluh kali.. mulai jam 04.45 sampai 05.30..
paska itu bisa langsung beres-beres bantu ibu...

so....ada banyak cara kan untuk sehat sekaligus hemat..sehat itu gak harus mahal..luangkan waktu disela-sela kesibukan..ada banyak jenis olahraga yang hemat entah jogging atau bersepeda..tapi kalo ada rejeki lebih, jadi member club senam atau fitnes lebih baik.


Dont Worry Be Healthy ^^






Minggu, 11 Agustus 2013

Desire of Indonesian Women

Salah satu majalah yang keren dan selalu ingin dibaca selain Parenting adalah Marketeers, thanks to a friend that support me to read the new edition.. :)

Ada yang menarik di Marketeers edisi terbaru Agustus 2013. Menyajikan main story tentang satu dari tiga konsumen potensial Indonesia dan yang paling besar, yaitu perempuan.

Talk about women, ada temuan menarik yang diungkap oleh Marketeers. Segmentasi perempuan Indonesia berdasarkan kecenderungannya memandang ecogentric, ketenaran (famous), dirinya sendiri, dan successful terbagi menjadi empat jenis perempuan, yaitu

  • High Flyer, Perempuan tipe ini adalah, perempuan yang lebih memilih untuk mengejar kemapanan materi dan kesuksesan namun cenderung mementingkan diri sendiri, cuek, dan hidup adalah tentang dirinya sendiri.
  • Celebrity, Perempuan yang fokus mengejar ketenaran atau prestasi entah prestasi akademik, prestasi kerja, atau capaian-capain yang lain namun cenderung mementingkan diri sendiri, jika itu kebaikan maka kebaikan hanya untuk dirinya sendiri.
  • Socialite, Perempuan yang fokus mengejar ketenaran dan prestasi serta memiliki kepedulian yang tinggi buat orang lain.
  • Philanthrophist perempuan yang lebih memilih untuk mengejar kemapanan materi serta cenderung memiliki kepedulian yang besar kepada lingkungan dan orang lain. 

Dari Women survey 2013 yang dilakukan di 10 kota besar terhadap 2.150 responden perempuan, berusia 16- 50 tahun menemukan lebih dari 50% perempuan Indonesia punya impian menjadi philanthropist karena desire mereka yang menginginkan rasa aman termasuk kemapanan secara finansial. juga karakter sebagai "caregiver"yang kuat, hingga lebih peduli kepada orang lain.

Ditempat kedua, ternyata tipe perempuan High flyer dan Celebrity adalah yang paling banyak. Terutama untuk perempuan kategori single.

Yang menarik adalah tentang diri sendiri dan kepedulian. .jadi termasuk yang mana kita? yang masih sibuk dengan amalan-amalan pribadi, sibuk dengan capaian-capaian diri sendiri, sibuk numpuk materi, atau yang sekaligus peduli terhadap orang lain dengan berbagi?

Jumat, 31 Mei 2013

Selamat untuk Anda

Selamat untuk anda wanita...

yang shalat, puasa, taat, lagi patuh...

Selamat untuk anda karena anda wanita yang berhijab, anggun, lagi berkepribadian kokoh

Karena anda wanita berpendidikan, gemar membaca, sadar, lagi mempunyai petunjuk yang benar

Karena anda seorang wanita yang setia, terpercaya, jujur, suka berderma

Karena anda wanita penyabar, selalu berharap rahmatNya, dan senantiasa kembali ke jalanNya

Karena anda wanita yang selalu berdzikir, bersyukur, dan berdoa

Karena anda mengikuti jejak Aisyah, Khadijah dan Maryam

Karena anda wanita yang mendidik calon-calon tokoh terkemuka, dan pahlawan bagi agamaNya

Wanita yang memelihara kehormatan, norma dan etika

Wanita yang selalu membela hal-hal yang disucikan, dan jauh dari hal-hal yang diharamkan..

Sekali lagi, selamat untuk anda...


Wahai jiwa..berbahagialah sekarang, bukan esok hari...:)

Passion in Fashion #My Own Design Dress

Im not a designer, but i love to design my own dress..

walaupun belum bisa jahit secara expert..tapi hoby suka gambar-gambar, suka hias2, dan otak-atik..selalu memunculkan ide buat bikin baju2 sendiri..walaupun masih harus dijahitkan ke orang lain..

tapi suatu saat pengen mengembangkan hoby..pengen kursus jahit lebih serius..

this is it...sedikit dari gambar yg bisa direalisasikan...
fotonya rata2 hasil crop..jarang pernah foto sendiri soalnya..:D



from left to the right...

1. Purple Hanbok..long dress purple, dengan rompi batik, dan head accessories buatan sendiri ( kapan2 deh share tentang my own hand made head accessories..:d)

2. Dark Blue Polkadot..

3. Red Butterfly..Hiasan butterflynya dijahit tangan loh..dari awal sampai akhir...

4. Fresh Blue..

5. Sweet Peach..

6. Black Milky batik..

7. Orange Flowers..accessoriesnya juga bikin sendiri..:)

8. Lovely batik Tosca..lagi2..head accessoriesnya bikin sendiri...loh...

kedepan pengen merealisasikan gambar2 yang lain...semoga terlaksana..

Selasa, 28 Mei 2013

Jihad Dapur, Kapan Memulainya?

" Yulia, mrene nduk..ngerewangi ibu masak..iris bawangnya, siapin bumbunya, nanti ibu dekte.."suara ibu setengah berteriak dari arah dapur.

" Haduh..huffth " saya yang ogah-ogahan, menggerutu tanpa suara..begitu malas menuju dapur..

Masih ingat dulu, sejak kecil bahkan saat saya masih duduk di kelas 4 SD..Ibu selalu menyuruh saya untuk membantunya masak didapur..disuruh iris bawang, ngupas kunyit, motongin sayur, bahkan terkadang hanya disuruh melihat dan menemani saja..

Huffft..!! saya sering protes. tentu saja..waktu bermain koq disuruh bantu masak. Film kartun lagi seru-serunya koq diajarin bikin bumbu tempe goreng.

Saya pernah protes keras kepada Ibu, manyun...dan siap mendemo...saya merasa Ibu mengada-ada..hanya untuk bikin sambal bunga turi aja, ibu tetap memanggil,  minta bantuan saya. Padahal jika dilihat, 10 menit dengan usaha ibu sendiri juga siap tuh makanan..."Ergggh,menyebalkan..!" lagi-lagi gerutu saya dalam hati..

melihat muka saya yang masam..lebih masam dari asam muda sekalipun..Ibu berkomentar.

" Ibu, manggil kamu setiap masak, bukan karena butuh bantuan. Ibu mau ngajarin kamu..biar nanti terbiasa..jadi anak wadon itu malu kalo gak bisa masak..kamu perempuan, anak pertama. setinggi apapun pendidikan tetep harus bisa masak..lah nanti kalo ibu sakit tiba2..sing masakno bapakmu sama adek2mu sopo.."

Ibu terdiam sejenak. lalu melanjutkan bicaranya

" Terus..lah nanti kalo sudah nikah, iya kalo suami mu orang kaya, bisa sewa pembantu buat masakin,,lah kalo enggak? "

Saya menelan ludah. dengan muka yang masih masam. .sebab, saat itu saya tidak benar-benar memikirkan kata-kata Ibu. Bagi saya, tak ubahnya saya hanya sedang diomelin saja..

Kini, 10 tahun lebih dari pembicaraan tersebut..saat saya hampir 23 tahun. Saya baru menyadari bahwa perbuatan dan perkataan ibu tersebut, tidak ada sedikitpun yang salah darinya.

Saat ibu sakit, saya tidak kesulitan masak makanan apapun..bapak dan adek masih tetap terladeni seperti biasanya..

Saat saya harus kuliah jauh dari rumah dan memutuskan nge-kost..saya bisa menghemat banyak uang, karena saya terbiasa masak makanan sendiri..

Dan kini, saat usia saya menuju siap membangun rumah tangga...saya tidak merasa risau dengan kegiatan yang ditakuti hampir oleh sebagian kawan-kawan saya tersebut. Bahkan banyak juga sebagian dari mereka yang mencari dalil-dalil bahwa memasak bukan segalanya dalam rumah tangga. saya membenarkan, namun mungkin sedikit tidak mensepakati..hehehe


Jihad dapur, tidak hanya dimulai saat kita sudah akan atau telah menikah saja..memasak bukan hanya urusan suami dan anak-anak kita sendiri. Namun juga orang tua dan saudara-saudara kita.
Jihad dapur bisa dimulai sedini mungkin. Terutama bagi perempuan.
Sebab..perempuan patut berbenah, sudah banyak pekerjaan kita yang dijalankan oleh laki-laki.
Juru masak laki-laki...
Pengajar laki-laki..
Designer laki-laki..
Make up dan ahli kecantikan laki-laki....lalu apalagi?  :)

Jihad dapur memiliki makna lebih dalam dari hanya sekedar urusan perut..
ada bakti, kasih sayang dan kesadaran sebagai seorang perempuan..

kapan memulainya? sekarang..sedini mungkin, selagi kita bisa...tidak peduli kita masih lama menikah, akan menikah, atau sudah menikah..

tidakkah cukup aneh rasanya, jika nanti anak-anak kita berujar..

" Huumm, lebih enak masakan ayah dari pada masakan bunda!" atau

" Enakan masakan bibi (PRT) ah..daripada masakan mama!"

Nah loh ..!









Sabtu, 25 Mei 2013

Me time, Saatnya merawat diri..

Alhamdulillah..its weekend..
yuhuu, saatnya melakukan perawatan diri..
gak perlu mahal, cukup konsisten...:)

Perempuan dilahirkan indah, dan sudah selayaknya mensyukuri keindahan yang sudah dikaruniakan dengan menjaganya sebaik-baiknya..

walaupun belum menikah, saya termasuk perempuan penyuka perawatan..
sudah jadi kebiasaan, dan harus selalu jadi kebiasaan..:D

suka perawatan, bukan berarti saya harus pergi ke salon setiap minggu..
jujur saja, saya gak suka kesalon..selain tidak hemat biaya..juga kurang nyaman kalau bukan salon muslimah..

menurut saya, setiap perempuan, muslimah khususnya..harus pandai merawat diri..
bersih, rapi, dan tidak bau..mutlak perlu..(jadi ingat bukunya mbak Asma Nadia "jangan jadi muslimah nyebelin)..

sudah banyak produk2 perawatan tubuh yang dijual dipasaran..
dan perawatan diri, bisa kita lakukan sendiri dirumah, lebih simpel dan flexibel..

sebagai perempuan, kebiasaan merawat diri sangat membantu saat kita sudah menikah nanti..
jadi..gak harus nunggu nikah dulu kan buat perawatan..: D

yang penting, sehat, bersih, dan tidak bau..
bugar dan segar..
tidak harus berlebihan perawatan mahal seperti artis2..
cukup tidak dekil, dan membuat diri kita nyaman untuk diri sendiri dan orang-orang disekitar kita..

yuk..perawatan..
siapkan, lulur, minyak zaitun, body butter dan lotion..untuk tubuh..
untuk daerah2 "tertentu" yang juga butuh perhatian khusus..juga sudah ada banyak loh yang dijual dipasar..hehehe

melakukan totok wajah sendiri dirumah juga bisa, siapkan handuk basah,face tonic, milk cleanser, minyak zaitun, peeling, masker, dan facial foam, ..

hindari deh pake pemutih2 yang gak jelas, kulit wanita indonesia sudah eksotis dan cantik..gak perlu diputih2in lagi..yang penting sehat dan gak jerawatan..

semakin itu menjadi kebiasaan baik sejak dini, semakin mudah dilakukan dikemudian hari..
kalo sekarang bisa menyenangkan diri sendiri...kalo sudah menikah sekaligus menyenangkan suami kan..: D

perawatan bisa jadi tanda bahwa kita menghargai diri kita sendiri..
cukup luangkan waktu..disela-sela kesibukan..:D

selamat memanjakan diri..: D



Minggu, 05 Mei 2013

Wanita itu Cantik


Beberapa kali saya didaulat sebagai pembicara maupun moderator untuk acara kemuslimahan. Bahkan lebih banyak menjadi pesertanya. Entah itu festival muslimah atau seminar-seminar, atau talkshow yang bertajuk muslimah dan kecantikan. Banyak pula pertanyaan “apa harus bermake up luar biasa buat jadi cantik? Atau harus ikut trend fashion terupdate? Perawatan kesalon setiap hari? Kan saya tidak terlahir cantik secara fisik !! tidak seperti mbak Okky Setiana Dewi yang memang fisiknya cantik, atau seperti artis yang lain, yang tinggi, putih, mancung, bermata bulat, dll.

Setiap wanita adalah cantik. Dia terlahir indah dan telah menjadi fitrahnya untuk mencintai keindahan. Wanita secara alamiah akan suka melakukan banyak hal untuk memaksimalkan kecantikannya serta mengoptimalkan pesonanya. Namun ibarat sebuah buku, cover menarik belum tentu membuat orang bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk membacanya. Harus ada isi yang benar-benar menarik dan memberi nilai kepada pembacanya.

Sama halnya dengan kecantikan. Terlahir dengan fisik cantik dan menarik tidak menjamin menjadikan orang tersebut mempunyai banyak kawan dan dicintai. Update fashion terbaru dan mahal juga tidak menjamin membuat banyak orang nyaman didekatnya. Bahkan mungkin bisa membuat orang merasa iri dan minder. Cantik itu bukan hanya tentang apa yang dimiliki dan ditampakkan secara lahir namun juga apa yang mampu diberikan dari semua potensi yang dimiliki oleh setiap wanita.

Cantik sangat erat kaitannya dengan akhlaq. Itulah kenapa ajang pemilihan putri-putrian pun menyandingkan kata Beauty dengan Brain dan Behavior. Hal ini menunjukan cantik fisik bukan hal utama dalam pembahasan kecantikan.

Ketika seorang wanita tidak cerdas mendidik hatinya, maka siapapun pasti akan tahu bahwa tiada lagi kecantikan akhlak atasnya. Ketika wanita tidak cerdas dalam berinteraksi dengan sesamanya, mudah marah, gampang badmood, pedas dan tajam kata-katanya, maka kecantikan tentang jati dirinya seakan diragukan oleh makhluk disekelilingnya.

Ketika kecerdasan itu tidak dia hadirkan dalam caranya berdialog atau berbicara, gampang mati gaya karena tidak update banyak hal disekitarnya, maka kecantikan juga dengan mudah lenyap dari dirinya, yang kemudian berganti dengan ketidaknyamanan orang-orang disekitarnya. Ketika kecerdasan juga tidak ada dalam caranya berperilaku dalam kesehariannya, maka tidak heran jika banyak yang tidak “menganggap” kehadirannya.

Sungguh, Kecerdasan tak hanya melulu dilihat dari kuatnya daya ingatnya, atau hanya tercetak dalam lembaran catatan akademis, tapi lebih pada kesadaran wanita itu sendiri untuk menempatkan diri secara pas, pantas, menjadi diri sendiri, dan tidak berlebihan. Kemampuan menampilkan dirinya sebagai wanita dengan segenap nalurinya yang memang indah dan pantas untuk dihormati.

Terkait fisik, tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk kesalon. Cukup dengan menjaga kebersihan diri, tidak dekil, merawat diri sendiri sebagai bentuk rasa syukur atas fisik sempurna yang sudah Allah berikan. Pun dengan berpakaian, tidak harus pakaian yang mahal, tapi rapi, sopan, sederhana, padu padan warna yang wajar, jika perlu mendesign dan membuatnya sendiri sesuai dengan karakter kita (hehehe sedikit ngmongin diri sendiri, im not designer but im dressmaker for my self J). Bukankah yang terpenting tetap terlihat syari sesuai dengan aturan berpakaian Islami.

Walaupun begitu kecantikan yang utama tidaklah hanya terbatas pada bagaimana caranya seorang wanita memoles muka, berpakaian, menuturkan bahasa dan atau menempatkan diri dalam pergaulannya. Namun kecantikan yang sesungguhnya terletak dalam cerdasnya dia menjaga diri dan kehormatannya. Yaitu, ketika seorang wanita cerdas dalam menata dirinya sesuai dengan aturan Allah subhanahu wata'ala. Ini masih menjadi PR besar pula bagi saya. Semoga kita terutama saya, tetap diijinkan istiqomah menjadi muslimah dijalan kebaikkan.

Memang, di dunia ini tidak ada kata sempurna, pun demikian halnya dengan kepemilikan sebuah kecerdasan dan keindahan dalam diri wanita. Namun percayalah, bahwa wanita yang mengusahakan agar kecerdasan, akhlaq yang baik, potensi dan kecantikan itu selalu ada dalam dirinya, tentu saja akan memiliki nilai lebih di mata manusia dan dihadapanNya.


*Satu hari bersama Ustadzah Eny (Owner salon kecantikan Alfafa) dan Ustadzah Diah (Owner WO Islami) berbicara tentang cantik dan syari dalam satu harmoni.

Senin, 15 April 2013

Kontemplasi, untuk saya, dan kita muslimah..

How Can we contribute to the world if we fail to contibute to our family?

Sepertinya kalimat tanya tersebut tepat untuk mengawali tulisan saya ini. Pagi ini, saat saya mengantar keponakan berangkat ke PAUD nya tercinta..ada hal yang mengusik hati saya. .yang sebenarnya sudah mengusik sejak kemarin-kemarin setiap saya mengantar dedek ke sekolah.

Diantara teman-teman si kecil Amanda (nama keponakan saya), ada satu anak yang menarik perhatian saya. Namanya Hikmah (bukan nama sebenarnya), gadis cantik berumur 4 tahun. Setiap pagi selalu terlambat datang kesekolah, jika tidak terlambat, pasti datang dengan terburu-buru. Dengan kondisi tidak menyenangkan. Si anak menangis atau tidak mood masuk kelas..guru-guru harus berusaha keras untuk membujuknya... dan itu berlangsung hampir setiap hari.

*sekolah ponakan saya ini mengijinkan para bunda menunggu di luar kelas, jadi kalo istirahat anak-anak bisa bermain bersama bunda atau pengasuhnya masing2.

Belum lagi, jika diperhatikan..baju si anak terlihat tidak pernah disetrika, terlihat kucel dan kumuh, tidak pernah membawa bekal. Saat anak2 yang lain membawa bekal dari rumahnya masing2 dengan bento box yang berwarna-warni dan masakan enak dari bunda masing-masing, disaat itu pula saya tidak pernah melihat si kecil Hikmah membawa bekal. .

Jika pun membawa bekal selalu berupa makanan ringan penuh MSG, minuman2 isotonik seperti mizone, pocarysweat serta teh dalam botol yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi anak usia batita sering-sering.

Saat berangkat sekolah si kecil Hikmah selalu diantar laki-laki yang belakangan saya ketahui adalah sang ayah, itupun setiap pagi saya disuguhi adegan kucing2an antara ayah dan anak, dibantu guru-guru dan bahkan kadang saya, agar Hikmah mau ditinggal dan si ayah bisa segera berangkat bekerja..

lagi-lagi saat saya melihat si ayah, saya terusik, sebab hal sama juga saya dapati pada beliau, baju kerja yang terlihat tidak disetrika dan wajah yang tidak pernah terlihat segar..

hal-hal tersebut tentu menimbulkan pertanyaan besar pada diri saya. Siapa kah Ibu dari si kecil Hikmah dan Istri dari bapak ini? kenapa tidak pernah terlihat mengantar? bahkan hikmah tidak pernah ditungguin seperti anak-anak yang lain, jika pulang sekolah selalu dititipkan kepada tetangga.

Sempat saya berfikir, Hikmah adalah seorang anak piatu...astagfirullahalaadzim..


Kembali kepada pagi ini, yang semakin membuat saya terusik. Tidak seperti biasanya, Hikmah diantar dan ditunggui seorang wanita, saat saya tanya pada seorang ibu disebelah saya.."niku sinten nggih bu?" sang ibu menjawab : "oh itu mamanya Hikmah mbak, memang jarang ke sekolah "

DONG DENG DIEER...saya sedikit shock (hehe lebay) sempat tidak percaya, kenapa? sebab beliau akhwat teman-teman, berjilbab lebar dan berkaos kaki, sama seperti saya..!! MasyaAllah..

saya sempat tidak menyangka jika si kecil Hikmah, yang menurut saya tidak terurus, mempunyai Bunda seorang akhwat, dengan simbol2 Islam yang melekat pada tubuhnya. Seketika saya langsung merasa sedih. ;(

pertanyaan saya lanjutkan, "kerja toh buk beliau"? kata sang ibu, "iya mbak jadi dosen setahu saya, ndak tahu juga sih... saya walau tetangganya gak begitu kenal. ya begitu itu mbak, kegiatannya banyak, anaknya banyak, jarang dirumah, tapi ndak pernah masak, saya sering lihat pagi, siang, malam suka beli makanan di warung. kyaknya sih ndak bisa masak "

dalam hati saya beristigfar, bukan karena mengetahui kenyataan yang baru saja saya dengar..

namun, karena pertanyaan saya justru membuat ibu itu banyak berkomentar, padahal pertanyaan saya sederhana. Hal tersebut membuat kami terlihat seperti melakukan pergunjingan..astagfirullahalaadzim

saya hanya tersenyum, tidak mw lagi melanjutkan pertanyaaan. tidak juga mw menebak-nebak serta ingin tahu lebih lanjut. Lantas berpamitan kepada sang Ibu. Pergi berlalu mengambil sepeda. Beranjak pulang. Nanti jam istirahat saya kembali.

Entah mungkin banyak hal yang tidak saya tahu, saya juga tidak mau banyak menyimpulkan, karena saya sendiri tidak tahu bagaimana kondisi sesungguhnya keluarga adek Hikmah.

Yang jelas, selama perjalanan pulang,sambil mengayuh sepeda, saya banyak2 berdoa, semoga kelak saya menjadi Ibu dan Istri yang tidak hanya luar biasa diluar, tapi berguguran, di rumah, di dapur, di hati anak-anak, dan di hati suami saya..nauudzubillah...

Mari kita wanita, dan khususnya kita muslimah berazzam dalam hati untuk terus belajar dan memperbaiki diri..semoga kita memiliki keluarga surgawi dan bernilai positif dimata dunia.





Senin, 11 Februari 2013

Ibu dan Istri, Pahala Besar Bagi Mereka


Akhir Desember lalu Ibu mengalami stroke akibat komplikasi diabetes dan hipertensi. Artinya Ibu harus beristirahat dari kegiatan fisik apapun dirumah. Jangankan berkegiatan fisik, untuk mandi, mengganti baju, makan atau sekedar menyisir rambut,harus banyak dibantu. Belum lagi kondisi psikologis beliau yang begitu sensitif saat harus mendapati kondisi tubuhnya yang tidak seaktif dulu.

hal ini menyebabkan banyak pekerjaan rumah yang biasanya ditangani oleh ibu harus digantikan. Saya, sebagai anak pertama,mau tidak mau harus menggantikan seluruh peran Ibu dirumah. Mulai dari bangun sebelum subuh, langsung meluncur kedapur, memasak air untuk mandi ibu, memasak nasi ,membereskan meja makan dan mencuci piring menjadi kegiatan yang rutin dikerjakan sebelum shalat subuh. Bada shalat subuh dan tilawah, harus segera pergi belanja dan memasak untuk sarapan bapak dan adik-adik. Belum lagi dirumah ada toko yang harus tetap diurusi. Beruntung beda usia ku dan adik2 tidak terlampau jauh. Jadi masih bisa mendelagasikan beberapa tugas rumah, misalnya pergi ke laundry  atau menyapu dan mengepel rumah. Beruntung juga memasak bukan hal asing bagi saya. Sejak kecil Ibu sudah melibatkan saya di dapur.

Dari beberapa pekerjaan itu saja, saya sudah sangat merasakan betapa tidak mudah menjadi Istri dan Ibu dalam rumah tangga, belum lagi jika masih harus menyiapkan keperluan sekolah, melayani Suami, menjadi tempat diskusi, sumber pendidikan anak, mengatur keuangan keluarga, bertetangga yang baik dan peran- peran yang lain. Hal itupun tidak dijalani hanya dalam waktu seminggu atau dua minggu, namun bertahun-tahun lamanya.

Maka tidaklah heran jika Rasulullah bersabda dalam hadist nya :
Dari Abu Hurairah ra berkata:
Ada seseorang yang datang menghadap Rasulullah dan bertanya: Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku? Jawab Rasulullah: Ibumu. Ia bertanya lagi: Lalu siapa? Jawabnya: Ibumu. Ia bertanya lagi: Lalu siapa? Jawabnya: Ibumu. Ia bertanya lagi: Lalu siapa? Jawabnya: Ayahmu. HR Al Bukhariy, Muslim, dan Ibnu Majah

Bahwa ibu memiliki tiga kali hak lebih banyak daripada ayahnya. Karena kata ”ayah” dalam hadits disebutkan sekali sedangkan kata ”ibu” diulang sampai tiga kali. Hal ini bisa difahami dari kerepotan ketika hamil, melahirkan, menyusui. Tiga hal ini hanya bisa dikerjakan oleh ibu, dengan berbagai penderitaannya, kemudian ayah menyertainya dalam tarbiyah, pembinaan dan pengasuhan.


Hal ini diisyaratkan pula dalam firman Allah:

Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu. QS. Luqman.
Belum lagi hadist  dan ayat-ayat Allah tentang seorang Istri. Hal ini menunjukkan bahwa keduanya menjadi sumber surga bagi wanita selama mereka menjalankannya sesuai dengan arahan Islam.

Maka kini, walau pada saat tulisan ini dibuat saya belum menjadi keduanya, saya banyak sekali bersyukur..

Dalam keadaan sehat bahkan sakitpun ibu selalu memberikan saya pelajaran untuk menjadi Istri dan Ibu yang baik dikemudian hari..

Dia tak seberpendidikan Ibu2 yang lain, Dia hanya perempuan desa lulusan SD..
Yang tak lelah bekerja apapun untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya
Cerewetnya minta ampun..banyak bicara, mudah panik, dan selalu tergesa-gesa..
tapi semua orang tahu, dia begitu luar biasa memuliakan tamu…
Selalu mendoakan anak-anaknya disetiap shalatnya, walaupun masih harus diajari membaca Alquran..
penampilannya sederhana..tak sepintar ibu2 yg lain dalam bersolek..
begitu gelisah saat harus menjadi ibu RT, sebab suaminya terpilih menjadi pak RT
hanya takut sebab dia tidak bisa berbicara didepan umum, hanya takut karena dy tidak begitu bagus menulis, hanya takut karena membacanya tidak selancar yang lain….
no matter u. ..u always be my everything..Ibu Triyatun


 my lovely family, Semoga Islam dan Iman selalu menyertai kami