Kamis, 16 Mei 2013

PDA oh PDA, Hukum Bermesraan di Depan Umum

PDA, familiar with this one?

Public Display of Affection.

Yups, Fenomena pasangan (suami istri loh ya..saya tidak menghitung yang belum halal disini, karena hukumnya sudah jelas..hehe)  yang  mengumbar kemesraan didepan umum. lebih dari sekedar pasang foto tentunya, tapi sayang-sayangan, mesra-mesraan, entah didunia nyata atau didunia maya..

Seperti, Sayang sudah makan ..?? “Sayang anak² sudah bangun …??” .. atau “Sayang aku merindukanmu” , sayang cepet pulang ya..dll

Saat musim-musim nikah seperti ini, Timeline FB dan twitter full dengan kegiatan PDA...Huffth --"

entah kenapa, saya sedikit tidak nyaman dengan kegiatan PDA semacam itu, bukannya iri, apalagi jealous
karena saya yakin setiap orang punya kebahagiaannya sendiri-sendiri. Hanya saja, saya rasa kata-kata manis, sayang-sayangan, atau apalah bentuknya...merupakan ranah privat dari masing-masing pasangan..yang seharusnya bisa diutarakan lebih privat..tanpa harus dipublish di twitter atau facebook, bukankah sudah ada sms, inbox, dll.

Mungkin saya tidak nyaman dengan PDA disebabkan background karakter saya yang memang berbeda memandang hal tersebut, akhirnya memberikan sebuah penilaian dari kacamata pribadi. terdengar sedikit tidak fair ya..hehehe.

untuk itu saya mencoba melihat hal ini dari kacamata terbaik, bukan kacamata saya, tapi kacamata Islam.

saya mencoba mencari-cari literatur tentang hal ini, bagaimana hukumnya dalam pandangan Islam suami istri yang  bermesraan di dunia maya (depan umum). buat pelajaran saya juga :D

dari mengumpulkan ilmu-ilmu yang berserak, ..saya menemukan satu kajian ustad tentang hal ini. 

Beliau menyampaikan, pada dasarnya apa yang dimaksud bermesraan disini  harus diberikan batasannya, apakah sampai dengan batas yang dilarang hingga seperti menceritakan hubungan suami istri atau menceritakan ciuman dll atau sekedar sewajarnya seperti saling menyapa dll. Bisa jadi orang lain menganggap biasa bisa jadi menganggap mesra … maka perlu diperinci perbuatan yang dimaksud bermesraan disini, bagi orang fasiq berciuman di tempat umum bagi mereka biasa dan mungkin kemesraan bagi yang biasa melakukannya, bagi kita mungkin sesuatu hal yang tidak etis dan menganggap tidak punya rasa malu.
Kemudian beliau juga menganjurkan jika suami istri sebaiknya tidak menulis hal² yang dirasa pribadi yang bisa dibaca oleh semua orang atau kalangan, skrg kan sudah ada sms … atau inbox … dan hendaknya lebih baik seperti itu . 
Apakah hal tersebut diatas termasuk dalam bermesraan di tempat umum ? beliau kembali kepada bermesraan yang bagaimana yang dimaksud ..?? jika hanya berpegangan tangan , atau canda suami istri yang wajar maka Insya ALLOH tidak mengapa. Selama tidak berlebihan seperti Suami istri berciuman di tempat umum, atau jika kasus di FB mungkin seperti chatting yang berbau mengarah kepada porno atau sejenisnya, atau saling menyapa dengan menceritakan aurat istri atau suaminya seperti

“Sayang baumu tadi pagi harum sekali …
jadi pengen cepat pulang … ” :D dan sejenisnya … 
adapun seperti hal ini beliau menganjurkan seperti poin diatas tadi .. lebih baik diketahui suami istri.
Kemudian, jika ada yang melihat kata² mesra antar suami istri di FB kemudian membuat iri bagi yang belum menikah apakah termasuk dzhalim ? Belia menyampaikan sesungguhnya kemungkinan yang iri adalah orang yang belum mampu menikah atau belum bisa menikah, tetapi mungkin hal tersebut bisa juga menjadikan orang lain untuk segera menikah demi menjaga diri dan kemaluannya.
Apakah orang yang menulis di FB yang dimaksud tadi ( dianggap bermesraan antar wall suami istri) dianggap seperti syaitahn laki² dan perempuan yang berhubungan di jalan dan dilihat orang lain seperti yang disabdakan Rasulullah ..? 
Beliau menjelaskan, jika tidak sampai menceritakan hubungan suami istri yang detail seperti bagaimana mereka berciuman, jima’ dll Insya ALLOH tidak sampai dihukumi seperti itu, karena yang dimaksud dalam hadits itu adalah menceritakan hubungan jima’ suami atau istri setelah mereka berhubungan kepada orang lain, dan disisi lain Imam An Nawai dan Imam Asy Syaukani juga menjelaskan tentang hal itu … 
Kemudian apakah bermesraan yang dimaksud jika seperti Rasulullah memuliakan istri² beliau seperti hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik (amula beliau) tentang Rasulullah berjalan menuntun Shofiyyah dan memakaikan Mantel kulit serta menaikkan Shofiyyah ke unta dengan berdiri di paha Rasulullah .. maka hal ini adalah termasuk memuliakan istri … :) dan dianjurkan Insya ALLOH … (dan lihatlah hal ini dilakukan di tempat umum) … :)
Kesimpulannya :
1. Bagi suami istri hendaknya saling menjaga hubungan mereka dengan sewajarnya di tempat umum, dan jika ada keperluan yang bersifat pribadi hendaknya tidak terbuka dan dibaca oleh orang lain, bisa lewat sms atau inbox.  

2. Adapun masalah jika ada yang iri melihat yang seperti itu, hendaknya beristighfar kepada ALLOH dan mohon diberikan jalan dan kemudahan untuk segera menikah bagi yang belum menikah, karena iri hanya diperkenankan berkisar pada 2 hal , pada orang yang berilmu yang digunakan ilmunya untuk diajarkan kepada orang lain di jalan ALLOH, serta pada orang yang mempunyai harta yang digunakan di jalan ALLOH. Dan hendaknya lebih bersemangat untuk menjaga diri dan ikhtiar untuk segera menikah dengan niat menjaga diri dan kemaluan karena ALLOH jika melihat hal seperti itu. ( baiklah, kencengin ikat kepala, semangat..hahah :D )

3. Bab bermesraan di tempat umum , dan termasuk menulis wall dengan kata² mesra antar suami istri, perlu ada perincian apakah termasuk seperti perbuatan syaithan² laki² dan perempuan yang disabdakan Rasulullah atau bukan. Tidak langsung menghukumi sama.


4. Hendaknya tidak bermudah²an berfatwa sesuatu hukum sebelum diperinci terlebih dahulu sehingga terjebak dalam menghukumi sesuatu yang sama yang pada hakekatnya belum tentu sama ..

Dan semoga tulisan ini bermanfa’at dan jika ada kata² yang salah  mohon maaf jika merupakan kebenaran maka kebenaran itu datangnya dari ALLOH, jika ada kesalahan minta ma’af dan kesalahan itu datangnya dari diri pribadi dan syaithon …
Allohu’alam bi showab.
akan tetapi ada asatidz yang lain yang berbeda pendapat dengan al ustadz Fuad Baraba’.
Beliau adalah al ustadz M. Noor Yasin. Beliau menjelaskan bahwa bermesraan di depan umum bisa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sifat-i seperti syaithan wanita dan syaithan laki2 yang sdg berhubungan di pinggir jalan dan dilihat orang2. (HR. Ahmad, VI/456-457)


Allhamdulillah, setelah membaca ini sedikit lebih lega, semoga dengan melihat itu orang -orang jomblo kayak saya bisa diijinkan oleh Allah menyusul yang sudah menikah :D dan tetap menahan diri untuk tidak mempublish hal-hal yang kurang ahsan dipublish..takut salah niat..:D

dan yang sudah merasakan, semoga selalu bahagia..tidak hanya didunia maya, tapi juga didunia nyata..:D

sumber kajian : http://fitrahfitri.wordpress.com

sekali lagi, semoga bermanfaat..



Minggu, 05 Mei 2013

Wanita itu Cantik


Beberapa kali saya didaulat sebagai pembicara maupun moderator untuk acara kemuslimahan. Bahkan lebih banyak menjadi pesertanya. Entah itu festival muslimah atau seminar-seminar, atau talkshow yang bertajuk muslimah dan kecantikan. Banyak pula pertanyaan “apa harus bermake up luar biasa buat jadi cantik? Atau harus ikut trend fashion terupdate? Perawatan kesalon setiap hari? Kan saya tidak terlahir cantik secara fisik !! tidak seperti mbak Okky Setiana Dewi yang memang fisiknya cantik, atau seperti artis yang lain, yang tinggi, putih, mancung, bermata bulat, dll.

Setiap wanita adalah cantik. Dia terlahir indah dan telah menjadi fitrahnya untuk mencintai keindahan. Wanita secara alamiah akan suka melakukan banyak hal untuk memaksimalkan kecantikannya serta mengoptimalkan pesonanya. Namun ibarat sebuah buku, cover menarik belum tentu membuat orang bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk membacanya. Harus ada isi yang benar-benar menarik dan memberi nilai kepada pembacanya.

Sama halnya dengan kecantikan. Terlahir dengan fisik cantik dan menarik tidak menjamin menjadikan orang tersebut mempunyai banyak kawan dan dicintai. Update fashion terbaru dan mahal juga tidak menjamin membuat banyak orang nyaman didekatnya. Bahkan mungkin bisa membuat orang merasa iri dan minder. Cantik itu bukan hanya tentang apa yang dimiliki dan ditampakkan secara lahir namun juga apa yang mampu diberikan dari semua potensi yang dimiliki oleh setiap wanita.

Cantik sangat erat kaitannya dengan akhlaq. Itulah kenapa ajang pemilihan putri-putrian pun menyandingkan kata Beauty dengan Brain dan Behavior. Hal ini menunjukan cantik fisik bukan hal utama dalam pembahasan kecantikan.

Ketika seorang wanita tidak cerdas mendidik hatinya, maka siapapun pasti akan tahu bahwa tiada lagi kecantikan akhlak atasnya. Ketika wanita tidak cerdas dalam berinteraksi dengan sesamanya, mudah marah, gampang badmood, pedas dan tajam kata-katanya, maka kecantikan tentang jati dirinya seakan diragukan oleh makhluk disekelilingnya.

Ketika kecerdasan itu tidak dia hadirkan dalam caranya berdialog atau berbicara, gampang mati gaya karena tidak update banyak hal disekitarnya, maka kecantikan juga dengan mudah lenyap dari dirinya, yang kemudian berganti dengan ketidaknyamanan orang-orang disekitarnya. Ketika kecerdasan juga tidak ada dalam caranya berperilaku dalam kesehariannya, maka tidak heran jika banyak yang tidak “menganggap” kehadirannya.

Sungguh, Kecerdasan tak hanya melulu dilihat dari kuatnya daya ingatnya, atau hanya tercetak dalam lembaran catatan akademis, tapi lebih pada kesadaran wanita itu sendiri untuk menempatkan diri secara pas, pantas, menjadi diri sendiri, dan tidak berlebihan. Kemampuan menampilkan dirinya sebagai wanita dengan segenap nalurinya yang memang indah dan pantas untuk dihormati.

Terkait fisik, tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk kesalon. Cukup dengan menjaga kebersihan diri, tidak dekil, merawat diri sendiri sebagai bentuk rasa syukur atas fisik sempurna yang sudah Allah berikan. Pun dengan berpakaian, tidak harus pakaian yang mahal, tapi rapi, sopan, sederhana, padu padan warna yang wajar, jika perlu mendesign dan membuatnya sendiri sesuai dengan karakter kita (hehehe sedikit ngmongin diri sendiri, im not designer but im dressmaker for my self J). Bukankah yang terpenting tetap terlihat syari sesuai dengan aturan berpakaian Islami.

Walaupun begitu kecantikan yang utama tidaklah hanya terbatas pada bagaimana caranya seorang wanita memoles muka, berpakaian, menuturkan bahasa dan atau menempatkan diri dalam pergaulannya. Namun kecantikan yang sesungguhnya terletak dalam cerdasnya dia menjaga diri dan kehormatannya. Yaitu, ketika seorang wanita cerdas dalam menata dirinya sesuai dengan aturan Allah subhanahu wata'ala. Ini masih menjadi PR besar pula bagi saya. Semoga kita terutama saya, tetap diijinkan istiqomah menjadi muslimah dijalan kebaikkan.

Memang, di dunia ini tidak ada kata sempurna, pun demikian halnya dengan kepemilikan sebuah kecerdasan dan keindahan dalam diri wanita. Namun percayalah, bahwa wanita yang mengusahakan agar kecerdasan, akhlaq yang baik, potensi dan kecantikan itu selalu ada dalam dirinya, tentu saja akan memiliki nilai lebih di mata manusia dan dihadapanNya.


*Satu hari bersama Ustadzah Eny (Owner salon kecantikan Alfafa) dan Ustadzah Diah (Owner WO Islami) berbicara tentang cantik dan syari dalam satu harmoni.

Senin, 15 April 2013

Kontemplasi, untuk saya, dan kita muslimah..

How Can we contribute to the world if we fail to contibute to our family?

Sepertinya kalimat tanya tersebut tepat untuk mengawali tulisan saya ini. Pagi ini, saat saya mengantar keponakan berangkat ke PAUD nya tercinta..ada hal yang mengusik hati saya. .yang sebenarnya sudah mengusik sejak kemarin-kemarin setiap saya mengantar dedek ke sekolah.

Diantara teman-teman si kecil Amanda (nama keponakan saya), ada satu anak yang menarik perhatian saya. Namanya Hikmah (bukan nama sebenarnya), gadis cantik berumur 4 tahun. Setiap pagi selalu terlambat datang kesekolah, jika tidak terlambat, pasti datang dengan terburu-buru. Dengan kondisi tidak menyenangkan. Si anak menangis atau tidak mood masuk kelas..guru-guru harus berusaha keras untuk membujuknya... dan itu berlangsung hampir setiap hari.

*sekolah ponakan saya ini mengijinkan para bunda menunggu di luar kelas, jadi kalo istirahat anak-anak bisa bermain bersama bunda atau pengasuhnya masing2.

Belum lagi, jika diperhatikan..baju si anak terlihat tidak pernah disetrika, terlihat kucel dan kumuh, tidak pernah membawa bekal. Saat anak2 yang lain membawa bekal dari rumahnya masing2 dengan bento box yang berwarna-warni dan masakan enak dari bunda masing-masing, disaat itu pula saya tidak pernah melihat si kecil Hikmah membawa bekal. .

Jika pun membawa bekal selalu berupa makanan ringan penuh MSG, minuman2 isotonik seperti mizone, pocarysweat serta teh dalam botol yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi anak usia batita sering-sering.

Saat berangkat sekolah si kecil Hikmah selalu diantar laki-laki yang belakangan saya ketahui adalah sang ayah, itupun setiap pagi saya disuguhi adegan kucing2an antara ayah dan anak, dibantu guru-guru dan bahkan kadang saya, agar Hikmah mau ditinggal dan si ayah bisa segera berangkat bekerja..

lagi-lagi saat saya melihat si ayah, saya terusik, sebab hal sama juga saya dapati pada beliau, baju kerja yang terlihat tidak disetrika dan wajah yang tidak pernah terlihat segar..

hal-hal tersebut tentu menimbulkan pertanyaan besar pada diri saya. Siapa kah Ibu dari si kecil Hikmah dan Istri dari bapak ini? kenapa tidak pernah terlihat mengantar? bahkan hikmah tidak pernah ditungguin seperti anak-anak yang lain, jika pulang sekolah selalu dititipkan kepada tetangga.

Sempat saya berfikir, Hikmah adalah seorang anak piatu...astagfirullahalaadzim..


Kembali kepada pagi ini, yang semakin membuat saya terusik. Tidak seperti biasanya, Hikmah diantar dan ditunggui seorang wanita, saat saya tanya pada seorang ibu disebelah saya.."niku sinten nggih bu?" sang ibu menjawab : "oh itu mamanya Hikmah mbak, memang jarang ke sekolah "

DONG DENG DIEER...saya sedikit shock (hehe lebay) sempat tidak percaya, kenapa? sebab beliau akhwat teman-teman, berjilbab lebar dan berkaos kaki, sama seperti saya..!! MasyaAllah..

saya sempat tidak menyangka jika si kecil Hikmah, yang menurut saya tidak terurus, mempunyai Bunda seorang akhwat, dengan simbol2 Islam yang melekat pada tubuhnya. Seketika saya langsung merasa sedih. ;(

pertanyaan saya lanjutkan, "kerja toh buk beliau"? kata sang ibu, "iya mbak jadi dosen setahu saya, ndak tahu juga sih... saya walau tetangganya gak begitu kenal. ya begitu itu mbak, kegiatannya banyak, anaknya banyak, jarang dirumah, tapi ndak pernah masak, saya sering lihat pagi, siang, malam suka beli makanan di warung. kyaknya sih ndak bisa masak "

dalam hati saya beristigfar, bukan karena mengetahui kenyataan yang baru saja saya dengar..

namun, karena pertanyaan saya justru membuat ibu itu banyak berkomentar, padahal pertanyaan saya sederhana. Hal tersebut membuat kami terlihat seperti melakukan pergunjingan..astagfirullahalaadzim

saya hanya tersenyum, tidak mw lagi melanjutkan pertanyaaan. tidak juga mw menebak-nebak serta ingin tahu lebih lanjut. Lantas berpamitan kepada sang Ibu. Pergi berlalu mengambil sepeda. Beranjak pulang. Nanti jam istirahat saya kembali.

Entah mungkin banyak hal yang tidak saya tahu, saya juga tidak mau banyak menyimpulkan, karena saya sendiri tidak tahu bagaimana kondisi sesungguhnya keluarga adek Hikmah.

Yang jelas, selama perjalanan pulang,sambil mengayuh sepeda, saya banyak2 berdoa, semoga kelak saya menjadi Ibu dan Istri yang tidak hanya luar biasa diluar, tapi berguguran, di rumah, di dapur, di hati anak-anak, dan di hati suami saya..nauudzubillah...

Mari kita wanita, dan khususnya kita muslimah berazzam dalam hati untuk terus belajar dan memperbaiki diri..semoga kita memiliki keluarga surgawi dan bernilai positif dimata dunia.





Jumat, 29 Maret 2013

Bicara tentang : Kontribusi

Muslim yang baik adalah yang paling bermanfaat. ..

Sejak dulu saya selalu mengagumi mereka yang bekerja penuh dedikasi untuk membangun negeri, terutama mereka yang bekerja dengan hati, jauh dari hingar bingar pemberitaan, bukan penghargaan atau pengakuan yang mereka cari. Hanya sebuah keyakinan bahwa tindakan mereka dapat bermanfaat untuk orang lain.
Tidak banyak orang yang mempunyai "keberanian" seperti mereka. Merelakan waktu, tenaga, pemikiran bahkan hingga harta benda untuk membantu meningkatkan kualitas hidup orang lain. Sebab, tak banyak juga dari kita yang siap untuk lepas dari bayang - bayang ke AKUan. MimpiKu, hidupKu, dan segala hal tentang AKU. Karena mengganti subjek dan objek dengan MEREKA atau KITA terkadang menjadi begitu berat untuk dilakukan.

Bagimana tidak, jika setiap status di FB maupun twitter lebih banyak berisi tentang keluhan mengenai dirinya, kehidupan rumit percintaannya, atau hal-hal picisan yang syarat tentang kehidupan pribadi (saat rana publik menjadi rana privat tanpa disadari) lalu kapan ada waktu untuk bertanya pada diri sendiri "apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki negeri ini?"

Pertanyaan itu pula yang menjadi sumber "kegalauan" bagi saya, atau mungkin bagi sebagian besar para lulusan baru sarjana. Saat idealisme untuk berkontribusi bertemu dengan tuntutan budaya hidup ke AKUan, yang sering disebut sebagai standart umum sebuah kesuksesan. Saat passion berhadapan dengan kebutuhan akan materi dimana keduanya begitu berlawanan. Saat zona nyaman begitu enggan untuk ditinggalkan, atau mungkin kita yang enggan bersusah2, karena jauh dari zona nyaman itu artinya jauh pula dari keamanan.

Talk the walk, and then walk the talk..tidak peduli bagaimana konsep diri kita masing masing tentang kontribusi. Intinya sekecil apapun, dan bagaimanapun, saat kita bisa mengambil peran. lakukan.
walau medan bertindak pasti tidak lebih mudah dari medan bicara. paling tidak, kita sudah mewujudkannya.

Terkadang saya begitu emosi, pada diri sendiri. Menyadari,tidak banyak yang sudah saya lakukan jika dibandingkan dengan orang-orang hebat ini, sebut saja Muhammad Yunus dengan graameen bank-nya, atau ibu Tri Mumpuni dengan program mikro hidro-nya..dan banyak lagi orang2 diluar sana yang begitu luar biasa sama seperti mereka.

Tanyakan pada diri sendiri, sudahkah kita melakukan sesuatu untuk negeri ? sedikit saja. namun berarti.

Paling tidak yang sedikit ini bisa disebut (mungkin hanya saya yang menyebut )"sedikit kontibusi untuk negeri'
bersama Titian kreatif Indonesia membantu Semen Indonesia, membangun masyarakat Gresik dan Tuban, memberikan edukasi kepada UKM mitra binaan tentang manajemen pemasaran dan manajemen keuangan, meningkatkan kualitas hidup para pemuda dengan pelatihan keahlian dan pengembangan diri..semoga bisa kami lanjutkan didaerah-daerah yang lain. Sebelum nanti saya mengambil jalan kontribusi saya yang lain.

Sebagian dari mereka yang tak enggan belajar dan bersenang2, walau dengan saya yang lebih mudah, bahkan seusia anak-anak mereka.



Financial Planning Pra dan Pasca Menikah

Finance Must Be Practical, kata mbak Ligwina Hananto, Independent Financial Planner di QM Financial. (suka sekali sama bukunya "Untuk Indonesia yang kuat : Seratus langkah untuk tidak miskin" dan teorinya tentang kelas menengah)

Sebagai Seorang lulusan keuangan, dan yang menyukai keuangan. Perlu rasanya, membahas hal ini secara lebih dalam. Mengingat sudah banyak sekali edukasi dari para konsultan keuangan independent tentang perencanaan keuangan. Sebab pada kenyataannya tidak banyak yang "well educated" tentang hal ini.

Menurut pengalaman saya, banyak yang berfikir "Financial Planning" menjadi sangat perlu untuk dipelajari jika saat dikondisi sudah mw menikah atau sudah menikah saja. Sebab, banyak dari teman-teman, yang tiba2 antusias menghubungi saya, mengajak diskusi, meminta saran, dan mencari tahu tentang banyak hal mengenai keuangan setelah mereka menikah atau beberapa bulan menuju hari H menikah.
Is it to late ? tidak juga, lebih baik sadar untuk segera memulai daripada tidak sama sekali. 

Namun, tahu lebih awal akan membuat kita lebih baik dalam mempersiapkan. Lalu apa hubungannya dengan menikah? 

Dalam Bukunya "Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim" Ustad Salim A fillah menjelaskan bahwa ada parameter persiapan dan kesiapan dalam pernikahan. Kali ini tetap berhubungan dengan financial planner. Perlu rasanya setiap dari kita yang ingin menikah (tidak harus yang sudah dekat hari H atau yang sudah punya calon) memikirkan dan mempraktekkan perencanaan keuangan sejak dini. Mengapa perlu? terutama untuk orang - orang seperti saya yang masih single dan belum tahu akan menikah dengan siapa. Sebab saya tidak bisa menjamin apakah akan langsung mendapatkan suami yang sudah mapan, secara financial terjamin, sudah punya aset seperti rumah, kendaraan, dan lain sebagainya. Bagaimana jika, ternyata secara financial calon suami kita jauh dari keadaan yang sudah disebutkan diatas. 

Memang, secara kodrat perempuan itu ditanggung dan laki-laki yang menanggung, termasuk urusan financial. Tapi perlu diingat bahwa setiap dari Istri dan suami adalah seorang financial planner dalam rumah tangga. Menjadi sangat perlu jika masing-masing dari mereka sebelum bertemu dan akhirnya menikah sudah punya pemahaman tentang pengelolaan keuangan. Lebih bagus lagi jika sudah memiliki produk investasi atau tabungan yang dimiliki. 

Berdasarkan pengalaman pribadi, dan banyak literatur yang saya baca, financial pra nikah bisa dimulai dari diri sendiri. Menabung Emas misalnya, menyisihkan setiap pendapatan untuk membeli reksadana, atau memiliki deposito atau tabungan yang bisa dimulai walau dengan posisi keuangan yang belum terlalu besar. (Investasi-investasi tersebut bisa dimulai dengan uang kurang dari 5-10 juta). Hal-hal nyata lain yang bisa dilakukan misalnya :

1. Mulai terbiasa melakukan pencatatan uang keluar masuk setiap bulan dalam buku arus kas (jika tidak terbiasa dengan akutansi, tak perlu repot membuat, sudah banyak buku kas sederhana dijual ditoko2 buku).

2. Membuat daftar antara kebutuhan atau keinginan. Godaan terbesar saat masih bujang adalah, membeli barang2 untuk pemenuhan diri sendiri. Misal, gonta-ganti gadget padahal dengan satu gadget kebutuhan sudah terpenuhi, Kalo buat perempuan mungkin tergoda dengan fashion dan terbiasa melakukan online shoping (hahaha, tunjuk diri sendiri). dll.

Nah aslinya banyak kebiasaan2 sebelum menikah yang bisa kita lakukan terkait mengelola keuangan. 

Untuk pengelolaan keuangan pasca menikah akan jauh lebih mudah jika suami dan Istri sudah membawa kebiasaan bagus mereka tersebut dalam mengelola keuangan. Suami dan Istri bisa langsung mencatat posisi keuangan mereka masing-masing, dan menggabungkannya. Setelah itu tinggal menentukan tujuan2 yang ingin dicapai, misal KPR untuk rumah impian, dana melahirkan anak pertama, dana pendidikan, subsidi ke orang tua, dana zakat dan shadaqah, dana darurat, atau dana-dana yang lain. Memulai melakukan investasi lagi dengan posisi sudah bersama ^^.

well, keuangan itu bisa dipraktekkan kapan pun asal sudah ada sumber pendapatan, tidak harus menunggu sudah menikah dulu baru mempraktekkan dan memikirkan tentang pengelolaaan keuangan. seperti kata Aa Gym mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil dan mulai saat ini. 

semoga bermanfaat ;D


Senin, 11 Maret 2013

Jagalah perasaan itu tetap suci dan mensucikan. .


Cinta inilah yang akan kita bahas disini. Yaitu sebuah karunia dari kelembutan hati dan perasaan manusia. Suatu karunia Allah yang membutuhkan bingkai yang jelas. Sebab terlalu banyak pengagung cinta ini yang kemudian menjadi hamba yang tersesat.cinta untuk sebuah kemuliaan, kerja keras dan pengorbanan, serta jembatan jalan kesurga dan kemuliaan Allah.
Betapa Allah sangat memuliakan perasaan cinta orang-orang beriman. Dengan cinta itu mereka berpadu dalam dakwah. Dengan cinta itu mereka saling tolong menolong dalam kebaikan, dengan cinta itu juga mereka menghiasi Bumi dan kehidupan di atasnya. Dengan itu semua Allah berkahi nikmat itu dengan lahirnya anak-anak shaleh yang memberatkan Bumi dengan kalimat Laa Illaha Ilallah. Inilah potret cinta yang sakinah, mawadah, warahmah.

Maka Jagalah perasaan itu tetap suci dan mensucikan. .

Seseorang ku, entah kau siapa, entah kau dimana . Tapi , aku tak hendak melukis jasadmu, jua tak hendak  mereka-reka dan menebak-nebak tentangmu. Sebab takdirku dan takdirmu ada dalam genggamanNya. Dan kita, tak pernah tahu..


Children is My Passion

Setiap perempuan memiliki rahim, itulah kenapa secara natural mereka memiliki kasih sayang yang besar terhadap anak-anak..bagi saya, anak-anak semacam cermin. Didalamnya saya bisa melihat masa lalu sekaligus masa depan bagi diri saya sendiri..

every child is special, walau sudah setahun lalu, mereka akan selalu dihati, anak-anak ku, di anak ceria.
i miss everything..terutama panggilan itu..bu yulia :')

dari semua prajurit bersenjata, cuma Islah yang pake jurus bango terbang...:, Aldi ur face is so rambo..>.<

Dafa dan bu guru, berhasil bikin Irsyad dan Calia gak berantem lagi..:D foto dulu sebagai tanda perdamaian
tapi gambarny blurr...


Nisrina Putri Kinasih, kamu yang paling spesial, tidak akan ibu lupa sampai kapan pun..dari mu ibu belajar menghadapi meraka yang berkebutuhan khusus, ibu tahu qm suka sekali bernyanyi, dan berjam2 menggelinding sperti hamster :D, susah sekali mendapat tatapan mata mu nak, tapi jika ibu bertanya.."ninis ini siapa,?" sambil mencari tatapan mu...qm bilang, "bu yulia" dan qm tersenyum..:')


yee..koki cilik bikin pizzaaa :)



 yang ikutan bu guru narsis :D
Naswan, anak special ibu yang lain..fisik mu tak menghalangi semangat mu bermain bola.


dan untuk semua anak2 ku di anak ceria,..
all of u dear, is my passion..doakan ibu, suatu hari, ibu akan punya sekolah sendiri :)