How Can we contribute to the world if we fail to contibute to our family?
Sepertinya kalimat tanya tersebut tepat untuk mengawali tulisan saya ini. Pagi ini, saat saya mengantar keponakan berangkat ke PAUD nya tercinta..ada hal yang mengusik hati saya. .yang sebenarnya sudah mengusik sejak kemarin-kemarin setiap saya mengantar dedek ke sekolah.
Diantara teman-teman si kecil Amanda (nama keponakan saya), ada satu anak yang menarik perhatian saya. Namanya Hikmah (bukan nama sebenarnya), gadis cantik berumur 4 tahun. Setiap pagi selalu terlambat datang kesekolah, jika tidak terlambat, pasti datang dengan terburu-buru. Dengan kondisi tidak menyenangkan. Si anak menangis atau tidak mood masuk kelas..guru-guru harus berusaha keras untuk membujuknya... dan itu berlangsung hampir setiap hari.
*sekolah ponakan saya ini mengijinkan para bunda menunggu di luar kelas, jadi kalo istirahat anak-anak bisa bermain bersama bunda atau pengasuhnya masing2.
Belum lagi, jika diperhatikan..baju si anak terlihat tidak pernah disetrika, terlihat kucel dan kumuh, tidak pernah membawa bekal. Saat anak2 yang lain membawa bekal dari rumahnya masing2 dengan bento box yang berwarna-warni dan masakan enak dari bunda masing-masing, disaat itu pula saya tidak pernah melihat si kecil Hikmah membawa bekal. .
Jika pun membawa bekal selalu berupa makanan ringan penuh MSG, minuman2 isotonik seperti mizone, pocarysweat serta teh dalam botol yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi anak usia batita sering-sering.
Saat berangkat sekolah si kecil Hikmah selalu diantar laki-laki yang belakangan saya ketahui adalah sang ayah, itupun setiap pagi saya disuguhi adegan kucing2an antara ayah dan anak, dibantu guru-guru dan bahkan kadang saya, agar Hikmah mau ditinggal dan si ayah bisa segera berangkat bekerja..
lagi-lagi saat saya melihat si ayah, saya terusik, sebab hal sama juga saya dapati pada beliau, baju kerja yang terlihat tidak disetrika dan wajah yang tidak pernah terlihat segar..
hal-hal tersebut tentu menimbulkan pertanyaan besar pada diri saya. Siapa kah Ibu dari si kecil Hikmah dan Istri dari bapak ini? kenapa tidak pernah terlihat mengantar? bahkan hikmah tidak pernah ditungguin seperti anak-anak yang lain, jika pulang sekolah selalu dititipkan kepada tetangga.
Sempat saya berfikir, Hikmah adalah seorang anak piatu...astagfirullahalaadzim..
Kembali kepada pagi ini, yang semakin membuat saya terusik. Tidak seperti biasanya, Hikmah diantar dan ditunggui seorang wanita, saat saya tanya pada seorang ibu disebelah saya.."niku sinten nggih bu?" sang ibu menjawab : "oh itu mamanya Hikmah mbak, memang jarang ke sekolah "
DONG DENG DIEER...saya sedikit shock (hehe lebay) sempat tidak percaya, kenapa? sebab beliau akhwat teman-teman, berjilbab lebar dan berkaos kaki, sama seperti saya..!! MasyaAllah..
saya sempat tidak menyangka jika si kecil Hikmah, yang menurut saya tidak terurus, mempunyai Bunda seorang akhwat, dengan simbol2 Islam yang melekat pada tubuhnya. Seketika saya langsung merasa sedih. ;(
pertanyaan saya lanjutkan, "kerja toh buk beliau"? kata sang ibu, "iya mbak jadi dosen setahu saya, ndak tahu juga sih... saya walau tetangganya gak begitu kenal. ya begitu itu mbak, kegiatannya banyak, anaknya banyak, jarang dirumah, tapi ndak pernah masak, saya sering lihat pagi, siang, malam suka beli makanan di warung. kyaknya sih ndak bisa masak "
dalam hati saya beristigfar, bukan karena mengetahui kenyataan yang baru saja saya dengar..
namun, karena pertanyaan saya justru membuat ibu itu banyak berkomentar, padahal pertanyaan saya sederhana. Hal tersebut membuat kami terlihat seperti melakukan pergunjingan..astagfirullahalaadzim
saya hanya tersenyum, tidak mw lagi melanjutkan pertanyaaan. tidak juga mw menebak-nebak serta ingin tahu lebih lanjut. Lantas berpamitan kepada sang Ibu. Pergi berlalu mengambil sepeda. Beranjak pulang. Nanti jam istirahat saya kembali.
Entah mungkin banyak hal yang tidak saya tahu, saya juga tidak mau banyak menyimpulkan, karena saya sendiri tidak tahu bagaimana kondisi sesungguhnya keluarga adek Hikmah.
Yang jelas, selama perjalanan pulang,sambil mengayuh sepeda, saya banyak2 berdoa, semoga kelak saya menjadi Ibu dan Istri yang tidak hanya luar biasa diluar, tapi berguguran, di rumah, di dapur, di hati anak-anak, dan di hati suami saya..nauudzubillah...
Mari kita wanita, dan khususnya kita muslimah berazzam dalam hati untuk terus belajar dan memperbaiki diri..semoga kita memiliki keluarga surgawi dan bernilai positif dimata dunia.
Dialah Allah yang Maha Esa, adalah Rabb yang tergantung kepadaNya segala sesuatu..
Senin, 15 April 2013
Jumat, 29 Maret 2013
Bicara tentang : Kontribusi
Muslim yang baik adalah yang paling bermanfaat. ..
Sejak dulu saya selalu mengagumi mereka yang bekerja penuh dedikasi untuk membangun negeri, terutama mereka yang bekerja dengan hati, jauh dari hingar bingar pemberitaan, bukan penghargaan atau pengakuan yang mereka cari. Hanya sebuah keyakinan bahwa tindakan mereka dapat bermanfaat untuk orang lain.
Tidak banyak orang yang mempunyai "keberanian" seperti mereka. Merelakan waktu, tenaga, pemikiran bahkan hingga harta benda untuk membantu meningkatkan kualitas hidup orang lain. Sebab, tak banyak juga dari kita yang siap untuk lepas dari bayang - bayang ke AKUan. MimpiKu, hidupKu, dan segala hal tentang AKU. Karena mengganti subjek dan objek dengan MEREKA atau KITA terkadang menjadi begitu berat untuk dilakukan.
Bagimana tidak, jika setiap status di FB maupun twitter lebih banyak berisi tentang keluhan mengenai dirinya, kehidupan rumit percintaannya, atau hal-hal picisan yang syarat tentang kehidupan pribadi (saat rana publik menjadi rana privat tanpa disadari) lalu kapan ada waktu untuk bertanya pada diri sendiri "apa yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki negeri ini?"
Pertanyaan itu pula yang menjadi sumber "kegalauan" bagi saya, atau mungkin bagi sebagian besar para lulusan baru sarjana. Saat idealisme untuk berkontribusi bertemu dengan tuntutan budaya hidup ke AKUan, yang sering disebut sebagai standart umum sebuah kesuksesan. Saat passion berhadapan dengan kebutuhan akan materi dimana keduanya begitu berlawanan. Saat zona nyaman begitu enggan untuk ditinggalkan, atau mungkin kita yang enggan bersusah2, karena jauh dari zona nyaman itu artinya jauh pula dari keamanan.
Talk the walk, and then walk the talk..tidak peduli bagaimana konsep diri kita masing masing tentang kontribusi. Intinya sekecil apapun, dan bagaimanapun, saat kita bisa mengambil peran. lakukan.
walau medan bertindak pasti tidak lebih mudah dari medan bicara. paling tidak, kita sudah mewujudkannya.
Terkadang saya begitu emosi, pada diri sendiri. Menyadari,tidak banyak yang sudah saya lakukan jika dibandingkan dengan orang-orang hebat ini, sebut saja Muhammad Yunus dengan graameen bank-nya, atau ibu Tri Mumpuni dengan program mikro hidro-nya..dan banyak lagi orang2 diluar sana yang begitu luar biasa sama seperti mereka.
Tanyakan pada diri sendiri, sudahkah kita melakukan sesuatu untuk negeri ? sedikit saja. namun berarti.
Paling tidak yang sedikit ini bisa disebut (mungkin hanya saya yang menyebut )"sedikit kontibusi untuk negeri'
bersama Titian kreatif Indonesia membantu Semen Indonesia, membangun masyarakat Gresik dan Tuban, memberikan edukasi kepada UKM mitra binaan tentang manajemen pemasaran dan manajemen keuangan, meningkatkan kualitas hidup para pemuda dengan pelatihan keahlian dan pengembangan diri..semoga bisa kami lanjutkan didaerah-daerah yang lain. Sebelum nanti saya mengambil jalan kontribusi saya yang lain.
Sebagian dari mereka yang tak enggan belajar dan bersenang2, walau dengan saya yang lebih mudah, bahkan seusia anak-anak mereka.
Financial Planning Pra dan Pasca Menikah
Finance Must Be Practical, kata mbak Ligwina Hananto, Independent Financial Planner di QM Financial. (suka sekali sama bukunya "Untuk Indonesia yang kuat : Seratus langkah untuk tidak miskin" dan teorinya tentang kelas menengah)
Sebagai Seorang lulusan keuangan, dan yang menyukai keuangan. Perlu rasanya, membahas hal ini secara lebih dalam. Mengingat sudah banyak sekali edukasi dari para konsultan keuangan independent tentang perencanaan keuangan. Sebab pada kenyataannya tidak banyak yang "well educated" tentang hal ini.
Menurut pengalaman saya, banyak yang berfikir "Financial Planning" menjadi sangat perlu untuk dipelajari jika saat dikondisi sudah mw menikah atau sudah menikah saja. Sebab, banyak dari teman-teman, yang tiba2 antusias menghubungi saya, mengajak diskusi, meminta saran, dan mencari tahu tentang banyak hal mengenai keuangan setelah mereka menikah atau beberapa bulan menuju hari H menikah.
Is it to late ? tidak juga, lebih baik sadar untuk segera memulai daripada tidak sama sekali.
Namun, tahu lebih awal akan membuat kita lebih baik dalam mempersiapkan. Lalu apa hubungannya dengan menikah?
Dalam Bukunya "Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim" Ustad Salim A fillah menjelaskan bahwa ada parameter persiapan dan kesiapan dalam pernikahan. Kali ini tetap berhubungan dengan financial planner. Perlu rasanya setiap dari kita yang ingin menikah (tidak harus yang sudah dekat hari H atau yang sudah punya calon) memikirkan dan mempraktekkan perencanaan keuangan sejak dini. Mengapa perlu? terutama untuk orang - orang seperti saya yang masih single dan belum tahu akan menikah dengan siapa. Sebab saya tidak bisa menjamin apakah akan langsung mendapatkan suami yang sudah mapan, secara financial terjamin, sudah punya aset seperti rumah, kendaraan, dan lain sebagainya. Bagaimana jika, ternyata secara financial calon suami kita jauh dari keadaan yang sudah disebutkan diatas.
Memang, secara kodrat perempuan itu ditanggung dan laki-laki yang menanggung, termasuk urusan financial. Tapi perlu diingat bahwa setiap dari Istri dan suami adalah seorang financial planner dalam rumah tangga. Menjadi sangat perlu jika masing-masing dari mereka sebelum bertemu dan akhirnya menikah sudah punya pemahaman tentang pengelolaan keuangan. Lebih bagus lagi jika sudah memiliki produk investasi atau tabungan yang dimiliki.
Berdasarkan pengalaman pribadi, dan banyak literatur yang saya baca, financial pra nikah bisa dimulai dari diri sendiri. Menabung Emas misalnya, menyisihkan setiap pendapatan untuk membeli reksadana, atau memiliki deposito atau tabungan yang bisa dimulai walau dengan posisi keuangan yang belum terlalu besar. (Investasi-investasi tersebut bisa dimulai dengan uang kurang dari 5-10 juta). Hal-hal nyata lain yang bisa dilakukan misalnya :
1. Mulai terbiasa melakukan pencatatan uang keluar masuk setiap bulan dalam buku arus kas (jika tidak terbiasa dengan akutansi, tak perlu repot membuat, sudah banyak buku kas sederhana dijual ditoko2 buku).
2. Membuat daftar antara kebutuhan atau keinginan. Godaan terbesar saat masih bujang adalah, membeli barang2 untuk pemenuhan diri sendiri. Misal, gonta-ganti gadget padahal dengan satu gadget kebutuhan sudah terpenuhi, Kalo buat perempuan mungkin tergoda dengan fashion dan terbiasa melakukan online shoping (hahaha, tunjuk diri sendiri). dll.
Nah aslinya banyak kebiasaan2 sebelum menikah yang bisa kita lakukan terkait mengelola keuangan.
Untuk pengelolaan keuangan pasca menikah akan jauh lebih mudah jika suami dan Istri sudah membawa kebiasaan bagus mereka tersebut dalam mengelola keuangan. Suami dan Istri bisa langsung mencatat posisi keuangan mereka masing-masing, dan menggabungkannya. Setelah itu tinggal menentukan tujuan2 yang ingin dicapai, misal KPR untuk rumah impian, dana melahirkan anak pertama, dana pendidikan, subsidi ke orang tua, dana zakat dan shadaqah, dana darurat, atau dana-dana yang lain. Memulai melakukan investasi lagi dengan posisi sudah bersama ^^.
well, keuangan itu bisa dipraktekkan kapan pun asal sudah ada sumber pendapatan, tidak harus menunggu sudah menikah dulu baru mempraktekkan dan memikirkan tentang pengelolaaan keuangan. seperti kata Aa Gym mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil dan mulai saat ini.
semoga bermanfaat ;D
Senin, 11 Maret 2013
Jagalah perasaan itu tetap suci dan mensucikan. .
Cinta inilah yang akan kita bahas disini. Yaitu sebuah karunia dari kelembutan hati dan perasaan manusia. Suatu karunia Allah yang membutuhkan bingkai yang jelas. Sebab terlalu banyak pengagung cinta ini yang kemudian menjadi hamba yang tersesat.cinta untuk sebuah kemuliaan, kerja keras dan pengorbanan, serta jembatan jalan kesurga dan kemuliaan Allah.
Betapa Allah sangat memuliakan perasaan cinta orang-orang beriman. Dengan cinta itu mereka berpadu dalam dakwah. Dengan cinta itu mereka saling tolong menolong dalam kebaikan, dengan cinta itu juga mereka menghiasi Bumi dan kehidupan di atasnya. Dengan itu semua Allah berkahi nikmat itu dengan lahirnya anak-anak shaleh yang memberatkan Bumi dengan kalimat Laa Illaha Ilallah. Inilah potret cinta yang sakinah, mawadah, warahmah.
Maka Jagalah perasaan itu tetap suci dan mensucikan. .
Seseorang
ku, entah kau siapa, entah kau dimana . Tapi , aku tak hendak melukis jasadmu,
jua tak hendak mereka-reka dan
menebak-nebak tentangmu. Sebab takdirku dan takdirmu ada dalam genggamanNya.
Dan kita, tak pernah tahu..
Children is My Passion
Setiap perempuan memiliki rahim, itulah kenapa secara natural mereka memiliki kasih sayang yang besar terhadap anak-anak..bagi saya, anak-anak semacam cermin. Didalamnya saya bisa melihat masa lalu sekaligus masa depan bagi diri saya sendiri..
every child is special, walau sudah setahun lalu, mereka akan selalu dihati, anak-anak ku, di anak ceria.
i miss everything..terutama panggilan itu..bu yulia :')
dari semua prajurit bersenjata, cuma Islah yang pake jurus bango terbang...:, Aldi ur face is so rambo..>.<
Nisrina Putri Kinasih, kamu yang paling spesial, tidak akan ibu lupa sampai kapan pun..dari mu ibu belajar menghadapi meraka yang berkebutuhan khusus, ibu tahu qm suka sekali bernyanyi, dan berjam2 menggelinding sperti hamster :D, susah sekali mendapat tatapan mata mu nak, tapi jika ibu bertanya.."ninis ini siapa,?" sambil mencari tatapan mu...qm bilang, "bu yulia" dan qm tersenyum..:')

yang ikutan bu guru narsis :D
Naswan, anak special ibu yang lain..fisik mu tak menghalangi semangat mu bermain bola.
dan untuk semua anak2 ku di anak ceria,..
all of u dear, is my passion..doakan ibu, suatu hari, ibu akan punya sekolah sendiri :)
every child is special, walau sudah setahun lalu, mereka akan selalu dihati, anak-anak ku, di anak ceria.
i miss everything..terutama panggilan itu..bu yulia :')
dari semua prajurit bersenjata, cuma Islah yang pake jurus bango terbang...:, Aldi ur face is so rambo..>.<
Dafa dan bu guru, berhasil bikin Irsyad dan Calia gak berantem lagi..:D foto dulu sebagai tanda perdamaian
tapi gambarny blurr...
yee..koki cilik bikin pizzaaa :)
yang ikutan bu guru narsis :D
Naswan, anak special ibu yang lain..fisik mu tak menghalangi semangat mu bermain bola.
dan untuk semua anak2 ku di anak ceria,..
all of u dear, is my passion..doakan ibu, suatu hari, ibu akan punya sekolah sendiri :)
Minggu, 24 Februari 2013
Graduation
Just Remember
my graduation ceremony, about 7th mounth ago..July 8th 2012
finally i finished my bachelordegree
tanpa persiapan yang berarti, karena sehari seblumnya masih ada tugas blusukan ke Tuban bwt sharing sama pemuda2 disana..
pake dress (my own design dress), sengaja menghindari kebaya, selain tidak cocok dengan postur badan yang kecil juga terlihat lebih syari..:)
and how the make up?and the hijab? i do my self..gak ada waktu buat kesalon, malah ibu dan adek minta dimakeupin juga...how the result? not bad lah ..:)
haha..intinya semoga ilmu yg didapat berkah bagiku, orang-orang disekitarku, negara ku, yang terpenting agama ku..terimakasih untuk sampoerna foundation, untuk gelar S1 ini. Menyadari bahwa sebagai mahasiswa hasil dari beasiswa penuh, bahkan tanpa harus memikirkan uang bulanan, uang buku, uang internet, masih ditambah dengan pengembangan diri..harusnya saya lebih banyak berkontribusi..semoga saya amanah..
my graduation ceremony, about 7th mounth ago..July 8th 2012
finally i finished my bachelordegree
tanpa persiapan yang berarti, karena sehari seblumnya masih ada tugas blusukan ke Tuban bwt sharing sama pemuda2 disana..
pake dress (my own design dress), sengaja menghindari kebaya, selain tidak cocok dengan postur badan yang kecil juga terlihat lebih syari..:)
and how the make up?and the hijab? i do my self..gak ada waktu buat kesalon, malah ibu dan adek minta dimakeupin juga...how the result? not bad lah ..:)
haha..intinya semoga ilmu yg didapat berkah bagiku, orang-orang disekitarku, negara ku, yang terpenting agama ku..terimakasih untuk sampoerna foundation, untuk gelar S1 ini. Menyadari bahwa sebagai mahasiswa hasil dari beasiswa penuh, bahkan tanpa harus memikirkan uang bulanan, uang buku, uang internet, masih ditambah dengan pengembangan diri..harusnya saya lebih banyak berkontribusi..semoga saya amanah..
and you guys, thank for coming :)
Senin, 11 Februari 2013
Ibu dan Istri, Pahala Besar Bagi Mereka
Akhir
Desember lalu Ibu mengalami stroke akibat komplikasi diabetes dan hipertensi.
Artinya Ibu harus beristirahat dari kegiatan fisik apapun dirumah. Jangankan
berkegiatan fisik, untuk mandi, mengganti baju, makan atau sekedar menyisir
rambut,harus banyak dibantu. Belum lagi kondisi psikologis beliau yang begitu
sensitif saat harus mendapati kondisi tubuhnya yang tidak seaktif dulu.
hal
ini menyebabkan banyak pekerjaan rumah yang biasanya ditangani oleh ibu harus
digantikan. Saya, sebagai anak pertama,mau tidak mau harus menggantikan seluruh
peran Ibu dirumah. Mulai dari bangun sebelum subuh, langsung meluncur kedapur,
memasak air untuk mandi ibu, memasak nasi ,membereskan meja makan dan mencuci
piring menjadi kegiatan yang rutin dikerjakan sebelum shalat subuh. Bada shalat
subuh dan tilawah, harus segera pergi belanja dan memasak untuk sarapan bapak
dan adik-adik. Belum lagi dirumah ada toko yang harus tetap diurusi. Beruntung
beda usia ku dan adik2 tidak terlampau jauh. Jadi masih bisa mendelagasikan
beberapa tugas rumah, misalnya pergi ke laundry
atau menyapu dan mengepel rumah. Beruntung juga memasak bukan hal asing
bagi saya. Sejak kecil Ibu sudah melibatkan saya di dapur.
Dari
beberapa pekerjaan itu saja, saya sudah sangat merasakan betapa tidak mudah
menjadi Istri dan Ibu dalam rumah tangga, belum lagi jika masih harus
menyiapkan keperluan sekolah, melayani Suami, menjadi tempat diskusi, sumber
pendidikan anak, mengatur keuangan keluarga, bertetangga yang baik dan peran-
peran yang lain. Hal itupun tidak dijalani hanya dalam waktu seminggu atau dua
minggu, namun bertahun-tahun lamanya.
Maka tidaklah
heran jika Rasulullah bersabda dalam hadist nya :
Dari Abu
Hurairah ra berkata:
Ada seseorang yang datang menghadap Rasulullah dan
bertanya: Ya Rasulallah, siapakah orang yang lebih berhak dengan kebaikanku?
Jawab Rasulullah: Ibumu. Ia bertanya lagi: Lalu siapa? Jawabnya: Ibumu. Ia
bertanya lagi: Lalu siapa? Jawabnya: Ibumu. Ia bertanya lagi: Lalu siapa?
Jawabnya: Ayahmu. HR Al Bukhariy, Muslim, dan Ibnu Majah
Bahwa ibu
memiliki tiga kali hak lebih banyak daripada ayahnya. Karena kata ”ayah” dalam
hadits disebutkan sekali sedangkan kata ”ibu” diulang sampai tiga kali. Hal ini
bisa difahami dari kerepotan ketika hamil, melahirkan, menyusui. Tiga hal ini
hanya bisa dikerjakan oleh ibu, dengan berbagai penderitaannya, kemudian ayah
menyertainya dalam tarbiyah, pembinaan dan pengasuhan.
Hal ini diisyaratkan
pula dalam firman Allah:
Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-
bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah,
dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu
bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu. QS. Luqman.
Belum lagi
hadist dan ayat-ayat Allah tentang
seorang Istri. Hal ini menunjukkan bahwa keduanya menjadi sumber surga
bagi wanita selama mereka menjalankannya sesuai dengan arahan Islam.
Maka kini,
walau pada saat tulisan ini dibuat saya belum menjadi keduanya, saya banyak
sekali bersyukur..
Dalam
keadaan sehat bahkan sakitpun ibu selalu memberikan saya pelajaran untuk
menjadi Istri dan Ibu yang baik dikemudian hari..
Dia tak seberpendidikan Ibu2 yang lain, Dia hanya perempuan desa lulusan SD..
Yang tak
lelah bekerja apapun untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya
Cerewetnya
minta ampun..banyak bicara, mudah panik, dan selalu tergesa-gesa..
tapi semua
orang tahu, dia begitu luar biasa memuliakan tamu…
Selalu mendoakan
anak-anaknya disetiap shalatnya, walaupun masih harus diajari membaca Alquran..
penampilannya
sederhana..tak sepintar ibu2 yg lain dalam bersolek..
begitu
gelisah saat harus menjadi ibu RT, sebab suaminya terpilih menjadi pak RT
hanya takut
sebab dia tidak bisa berbicara didepan umum, hanya takut karena dy tidak begitu
bagus menulis, hanya takut karena membacanya tidak selancar yang lain….
no matter u. ..u always be my everything..Ibu
Triyatun
Langganan:
Postingan (Atom)

